Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Lebih Sehat dari Nasi Putih, Bekatul Jadi Pilihan Karbohidrat Ramah Diabetes

Alfiah Sidiq • Rabu, 15 April 2026 | 14:28 WIB
Ilustrasi bekatul. (NATURE FARM)
Ilustrasi bekatul. (NATURE FARM)

Jawa Pos Radar Madiun - Selama ini, bekatul identik sebagai limbah penggilingan padi yang kerap dimanfaatkan hanya sebagai pakan ternak.

Namun, riset kesehatan terbaru dan kesadaran masyarakat di tahun 2026 mulai mengungkap fakta sebaliknya.

Bekatul atau dedak halus ternyata menyimpan kandungan gizi yang jauh lebih unggul dibandingkan nasi putih yang sudah diproses poles.

Kaya Serat dan Rendah Indeks Glikemik

Salah satu alasan utama bekatul mulai dilirik adalah kandungan seratnya yang melimpah.

Berbeda dengan nasi putih yang melalui proses penggilingan hingga kehilangan lapisan luarnya, bekatul justru mempertahankan serat alami yang krusial untuk pencernaan.

Baca Juga: Tren Kembali ke Makanan Tradisional: Mengapa Pola Makan Nenek Dulu Jauh Lebih Sehat?

Selain itu, bekatul memiliki Indeks Glikemik (IG) yang jauh lebih rendah. Bagi penderita Diabetes Melitus, ini adalah kabar baik.

Konsumsi bekatul tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara mendadak, sehingga energi dilepaskan secara stabil dan aman bagi metabolisme tubuh.

Senyawa Antioksidan Oryzanol

Keunggulan lain yang tidak dimiliki banyak sumber karbohidrat adalah kandungan oryzanol.

Antioksidan kuat ini berfungsi menangkal radikal bebas, menjaga kesehatan jantung, hingga membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL).

Didukung dengan vitamin B kompleks, magnesium, dan zat besi, bekatul bukan lagi sekadar "pakan tambahan", melainkan superfood lokal yang mampu mendukung metabolisme tubuh. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#nasi #serat #diabetes #bekatul