Jawa Pos Radar Madiun - Solo dikenal sebagai kota budaya dengan julukan “Jiwanya Jawa” yang juga punya kekayaan kuliner legendaris, terutama untuk menu sarapan. Mulai dari hidangan berkuah hangat hingga jajanan tradisional, pilihan sarapan di Surakarta menawarkan cita rasa khas yang sulit ditemukan di kota lain.
Berikut rekomendasi tempat sarapan paling otentik di Solo yang wajib masuk daftar kunjungan:
1. Timlo Sastro
Timlo Sastro menjadi ikon sarapan khas Solo dengan kuah kaldu ayam bening yang gurih dan ringan. Isinya lengkap mulai dari telur, ayam, ampela, hingga sosis Solo, membuat menu ini cocok untuk mengawali hari. Tempat ini sudah berdiri sejak 1952 dan tetap ramai karena rasa yang konsisten serta harga yang masih terjangkau.
Baca Juga: Rekomendasi Kuliner Malam di Solo, Legendaris dan Ramah di Kantong
2. Sate Buntel Bu Bejo
Sate buntel di sini terkenal dengan tekstur daging yang lembut dan bumbu yang meresap sempurna. Meski identik sebagai menu berat, banyak orang menjadikannya sarapan karena porsinya mengenyangkan. Tempat ini juga populer karena pernah dikunjungi tokoh penting, menjadikannya semakin legendaris.
3. Soto Gading Solo
Soto Gading dikenal dengan kuah bening yang segar dan rasa yang ringan, cocok untuk sarapan. Lokasinya yang dekat dengan Keraton membuat tempat ini memiliki nilai historis. Harga yang murah dan rasa autentik menjadikannya favorit wisatawan maupun warga lokal.
4. Brambang Asem Yu Sum
Menu tradisional ini menghadirkan perpaduan rasa pedas, manis, dan segar dari sambal asem yang khas. Disajikan dengan daun ubi dan tempe gembos, makanan ini cocok untuk kamu yang ingin sarapan ringan tapi tetap berkarakter. Keberadaannya yang mulai langka membuatnya semakin spesial.
5. Tahok Pak Citro
Tahok atau kembang tahu dengan kuah jahe hangat menjadi pilihan sarapan sederhana namun menenangkan. Teksturnya lembut dan rasanya manis hangat, cocok dinikmati di pagi hari yang sejuk. Kuliner ini juga menunjukkan akulturasi budaya Tionghoa di Solo.
6. Selat Solo Mbak Lies
Selat Solo merupakan perpaduan budaya Jawa dan Eropa dalam satu hidangan. Berisi daging, sayuran, dan kuah segar manis, menu ini memberikan sensasi berbeda dari sarapan pada umumnya. Tempat ini juga terkenal dengan dekorasi unik yang penuh ornamen klasik.
7. Serabi Notosuman
Serabi khas Solo ini memiliki tekstur lembut dengan rasa manis gurih dari santan. Cocok untuk sarapan ringan atau camilan pagi, apalagi dengan pilihan topping yang beragam. Tempat ini sudah ada sejak puluhan tahun dan menjadi salah satu kuliner legendaris.
8. Nasi Liwet Bu Sri Pasar Gede
Nasi liwet menjadi menu wajib saat sarapan di Solo. Disajikan dengan sayur labu siam, ayam suwir, dan santan gurih, makanan ini memberikan rasa khas Jawa yang autentik. Penyajiannya dengan daun pisang menambah aroma dan pengalaman makan yang tradisional.
9. Gudeg Ceker Margoyudan Bu Kasno
Berbeda dari gudeg Jogja, gudeg Solo cenderung lebih ringan dan tidak terlalu manis. Ditambah ceker ayam yang empuk, menu ini menjadi favorit untuk sarapan dini hari karena sudah buka sejak subuh. Keunikan jam bukanya juga jadi daya tarik tersendiri.
10. Tahu Kupat Pak Gombloh
Tahu kupat menjadi pilihan sarapan praktis dengan isian lengkap seperti tahu goreng, ketupat, sayur, dan bumbu kacang. Rasanya gurih manis dengan tekstur beragam dalam satu piring. Cocok untuk kamu yang ingin sarapan cepat tapi tetap mengenyangkan.
Kuliner sarapan di Solo tidak hanya soal rasa, tetapi juga pengalaman budaya yang melekat di setiap hidangannya. Dari yang legendaris hingga yang sederhana, semuanya menawarkan kehangatan khas kota ini di pagi hari.
Editor : Nur Wachid