Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Kenyal dan Wangi! Ini Resep dan Cara Membuat Mendut Klasik Daun Pisang yang Legit

Andi Chorniawan • Senin, 8 Juni 2026 | 11:07 WIB
Ilustrasi resep kue mendut. (YouTube Belajar Memasak Bersama Nur Wijaya)
Ilustrasi resep kue mendut. (YouTube Belajar Memasak Bersama Nur Wijaya)

Jawa Pos Radar Madiun - Kue mendut klasik berbalut daun pisang bisa menjadi penawar rindu akan jajanan masa kecil yang autentik.

Perpaduan kulit ketan yang pulen dan unti kelapa yang lumer di mulut dijamin bakal memanjakan lidah di waktu santai.

Membuat kue basah legendaris ini sebenarnya cukup sederhana dan menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan di pasar.

Yuk, langsung siapkan celemek dan ikuti panduan lengkap resep mendut klasik yang wangi dan menggugah selera berikut ini!

Baca Juga: 10 Mie Ayam Terpopuler dan Tervaforit di Madiun 2026, Murah dan Bikin Ketagihan!

Bahan-Bahan Isian (Unti Kelapa)
  • 250 gram kelapa parut setengah tua

  • 150 gram gula merah, sisir halus

  • 50 ml air

  • 1 lembar daun pandan, simpulkan

  • ¼ sendok teh garam

Bahan-Bahan Kulit Mendut
  • 250 gram tepung ketan

  • 50 gram tepung beras

  • 200 ml santan kental

  • 100 ml air matang (sesuaikan kebutuhan)

  • 100 gram gula pasir

  • ½ sendok teh garam

  • Pewarna makanan merah muda secukupnya (opsional)

Bahan Pembungkus
  • Daun pisang secukupnya

  • Minyak goreng secukupnya untuk olesan

Cara Membuat Unti Kelapa yang Legit dan Kesat

Langkah pertama dimulai dari membuat isian unti kelapa terlebih dahulu agar sudah dalam kondisi dingin saat dibentuk.

 Siapkan wajan, lalu masukkan gula merah sisir, air, daun pandan, dan garam hingga larut sempurna di atas api sedang.

Setelah air gula mendidih, masukkan kelapa parut secara bertahap sambil terus diaduk rata agar tidak gosong di bagian bawah.

Masak selama 10–15 menit sampai airnya menyusut dan warna kelapa berubah menjadi cokelat mengilap.

Pastikan tekstur unti kelapa tetap lembap namun tidak becek, karena isian yang terlalu basah bisa membuat kulit mendut gampang bocor.

 Begitu matang, angkat dan dinginkan sebentar, lalu bentuk menjadi bulatan-bulatan kecil agar lebih praktis saat proses pengisian.

Baca Juga: Kuliner Unik Khas Solo yang Wajib Dicoba, Perpaduan Manis dan Gurih yang Bikin Nagih

Mengolah Adonan Kulit Mendut yang Kalis

Lanjut ke bagian kulit, campurkan tepung ketan, tepung beras, gula pasir, dan garam dalam wadah bersih hingga rata.

 Tuangkan santan kental sedikit demi sedikit sambil diaduk perlahan menggunakan tangan agar seluruh bahan kering menyatu sempurna.

Tambahkan air matang secara bertahap, lalu uleni adonan dengan gerakan menekan dan melipat sampai teksturnya terasa kalis.

Jika adonan dirasa masih terlalu keras dan kaku, Anda bisa menambahkan sedikit air, atau sebaliknya tambahkan tepung jika terlalu lembek.

Beri beberapa tetes pewarna makanan merah muda agar tampilan visual jajan pasar ini terlihat makin cantik dan menarik.

 Uleni kembali sampai warnanya merata sempurna, lalu tutup wadah dengan kain lembap agar adonan kulit tidak cepat kering.

Tips Membawa dan Membentuk Mendut Anti Bocor

Ambil adonan kulit sekitar satu sendok makan penuh atau berkisar antara 30–40 gram, lalu bulatkan di telapak tangan hingga permukaannya halus.

 Pipihkan perlahan hingga membentuk cekungan seperti mangkuk kecil untuk menaruh isian kelapa.

Letakkan satu bulatan unti kelapa tepat di bagian tengah adonan, pastikan porsinya pas dan tidak terlalu penuh.

Tarik perlahan ujung-ujung kulit ke arah atas hingga menutupi seluruh isian, lalu cubit sambungannya agar terkunci rapat.

Bulatkan kembali dengan lembut hingga bentuknya sedikit oval khas kue tradisional nusantara yang rapi.

Taruh di atas wadah yang sudah diberi sedikit taburan tepung ketan supaya adonan tidak saling menempel satu sama lain.

Baca Juga: Pemkot Madiun Permak Pasar Templek, Penataan Kuliner Jadi Prioritas

Menyiapkan Daun Pisang yang Lentur dan Harum

Kunci keharuman kue mendut terletak pada pemilihan dan pengolahan daun pisang yang digunakan sebagai pembungkus alami.

 Potong daun pisang dengan ukuran sekitar 5x20 cm, bersihkan permukaannya dari debu menggunakan kain lap bersih.

Agar daun lebih lentur dan tidak mudah robek saat dilipat, layukan sebentar di atas api kompor atau kukus selama beberapa menit.

 Langkah ini sangat krusial agar minyak alami dari daun pisang bisa keluar dan memberikan aroma khas yang kuat.

Olesi permukaan bagian dalam daun pisang dengan tipis-tipis minyak goreng menggunakan kuas dapur.

Minyak ini berfungsi mencegah adonan ketan yang lengket menempel pada daun saat sudah matang nanti.

Teknik Membungkus Mendut Tradisional

Ambil satu lembar daun pisang yang telah siap, lalu taruh satu bulatan adonan mendut tepat di bagian tengahnya.

 Lipat sisi kanan dan kiri daun hingga membungkus rapat adonan, pastikan posisinya berada di tengah agar simetris.

Selanjutnya, lipat bagian ujung atas dan bawah ke arah dalam hingga membentuk bungkusan tum yang padat dan terkunci raki.

 Anda bisa menyematkan lidi kecil di bagian ujungnya jika ingin memastikan bungkusan tidak bergeser atau terbuka saat proses memasak.

Ulangi proses melipat ini sampai seluruh adonan habis tak tersisa, lalu tata dengan rapi di atas wadah sebelum dimasukkan ke dalam kukusan.

Baca Juga: 5 Kuliner Legendaris di Klaten yang Wajib Dicoba Saat Liburan

Mengukus Mendut Sampai Matang Sempurna

Panaskan panci kukusan yang sudah diisi air secukupnya sampai mendidih dan menghasilkan uap panas yang melimpah.

Pastikan untuk membungkus tutup kukusan dengan kain bersih agar tetesan uap air tidak jatuh dan membuat kue mendut menjadi lembek.

Tata bungkusan mendut di dalam saringan kukusan dengan memberi sedikit jarak agar sirkulasi uap panas bisa mengalir secara merata.

Kukus menggunakan api sedang selama kurang lebih 25–30 menit dan hindari terlalu sering membuka tutup panci.

Begitu matang, matikan api dan biarkan mendut selama 5 menit di dalam kukusan sebelum diangkat.

Sajikan mendut klasik ini dalam kondisi hangat, di mana teksturnya sedang lembut-lembutnya dan aroma daun pisangnya menyerbak wangi ke seluruh ruangan.

Penulis

Hartina Indah Pertiwi, Siswi SMKN 1 BAGOR

Editor : Andi Chorniawan
#Kenyal #resep #kue #mendut #jajanan tradisional