Kabalagala, Pancake Pisang Tradisional Uganda yang Kenyal dan Bebas Gluten
Jawa Pos Radar Madiun - Sekilas tampilannya memang mengingatkan pada pancake. Namun, sekali menggigitnya, sensasi yang dihadirkan benar-benar berbeda.
Teksturnya lebih kenyal, rasa manisnya berasal dari pisang matang, dan seluruh adonannya dibuat tanpa telur maupun susu.
Itulah Kabalagala, salah satu jajanan tradisional Uganda yang hingga kini masih menjadi camilan favorit masyarakat setempat.
Kabalagala merupakan pancake khas Uganda yang dibuat menggunakan pisang matang dan tepung singkong.
Berbeda dari pancake ala barat yang empuk dan mengembang, hidangan ini justru dikenal memiliki tekstur padat serta sedikit kenyal.
Keunikan tersebut menjadi ciri khas yang membuatnya digemari sebagai camilan maupun makanan ringan sehari-hari.
Jajanan Jalanan yang Tetap Populer
Di Uganda, Kabalagala bukan sekadar makanan. Hidangan ini sudah lama menjadi bagian dari budaya kuliner lokal dan banyak dijual sebagai jajanan kaki lima.
Popularitasnya bertahan hingga sekarang karena bahan-bahannya sederhana, mudah diperoleh, dan proses pembuatannya relatif cepat.
Cara Membuat Kabalagala
Bahan-bahan yang diperlukan antara lain:
- 2 cangkir pisang matang
- 4 cangkir tepung singkong
- 2 sdm gula
- ½ sdt baking soda
- Minyak untuk menggoreng
Langkah pembuatannya pun cukup sederhana:
- Kupas lalu haluskan pisang hingga hampir lembut.
- Tambahkan gula dan baking soda, kemudian aduk rata.
- Masukkan tepung singkong sedikit demi sedikit hingga membentuk adonan yang lembut dan tidak lengket.
- Diamkan adonan selama sekitar 10 menit.
- Pipihkan adonan hingga setebal kurang lebih 1 sentimeter di atas permukaan yang dialasi plastik atau cling wrap.
- Cetak adonan menggunakan gelas atau cetakan bulat.
- Goreng dalam minyak panas dengan api sedang hingga kedua sisinya berwarna keemasan.
- Sajikan selagi hangat.
Teksturnya Berbeda dari Pancake pada Umumnya
Banyak orang yang pertama kali mencoba Kabalagala mengira teksturnya akan sama seperti pancake Amerika.
Padahal, hidangan ini memang dirancang memiliki tekstur lebih kenyal. Kombinasi tepung singkong dan pisang matang menghasilkan sensasi menggigit yang unik.
Karena itu, Kabalagala sering disebut lebih menyerupai roti pisang goreng dalam bentuk pancake daripada pancake lembut yang biasa ditemukan di berbagai negara.
Tetap Populer di Tengah Modernisasi
Meski resepnya sangat sederhana, Kabalagala masih bertahan sebagai salah satu makanan tradisional favorit di Uganda.
Selain dijual di berbagai sudut jalan, hidangan ini juga kerap disajikan di rumah sebagai camilan keluarga.
Kehadirannya menjadi bagian dari upaya masyarakat Uganda mempertahankan warisan kuliner lokal di tengah berkembangnya makanan modern.
Dengan bahan yang mudah ditemukan, bebas gluten, serta proses pembuatan yang praktis, Kabalagala menjadi salah satu kuliner tradisional Afrika yang layak dicoba bagi siapa saja yang ingin mengenal cita rasa khas Uganda.
(Haninda Navyra Putri, magang Universitas Brawijaya)
Editor : Tim Content Writer Radar MadiunSumber : thestoriedrecipe