Kasat Lantas Polres Wonosobo AKP Ragil Irawan di Wonosobo, Minggu (21/5) menyebutkan kedua korban adalah pengemudia dan kernet truk kontainer. "Identitas dan telepon seluler korban baru ditemukan pada siang (Minggu,red) ini di sela-sela bangkai kontainer bersamaan olah tempat kejadian perkara (TKP)," katanya sebaimana dikutip dari Antara.
Ragil Irawan menyebutkan jika penemuan tersbut berawal dari kecurigaan warga yang mendengar dering suara telepon seluler dari kabin truk kontainer. Namun mereka idak berani berani mengambilnya. Telepon seluler baru diambil setelah tim Satlantas datang ke TKP bersamaan ditemukannya sejumlah identitas korban.
Ragil menyampaikan kecelakaan beruntun yang melibatkan enam kendaraan bermotor tersebut berawal dari truk kontainer yang membawa gula cair dari Probolinggo, Jawa Timur menuju ke Banjarnegara diduga mengalami rem blong.
"Laju truk tidak terkendali sehingga menabrak lima kendaraan lain, yakni truk pengangkut kentang, mobil boks, mobil sedan, minibus, dan sepeda motor," katanya.
Namun buru – buru Ragil Irawan menegaskan bahwa dugaan rem blong adalah kesimpulan awal dari hasil olah TKP. Pihaknya masih melakukan pendalaman lagi untuk mengetahui secara pasti penyebab kecelakaan tersebut. Dirinya menyebut selain korban meninggal dunia, kecelakaan beruntun juga mengakibatkan empat orang luka.
Ia mengimbau pengendara kendaraan bermotor yang melintas di jalan Temanggung-Wonosobo untuk berhati-hati terhadap kondisi jalan turunan dari Kledung hingga Kretek sepanjang 10 kilometer.
"Kami imbau dilakukan pengecekan kendaraan, pastikan betul-betul layak jalan. Kalau turun gunakan gigi rendah dan matikan AC. Berjalan pelan-pelan yang penting selamat sampai tujuan," katanya. (ANTARA/sib) Editor : Hengky Ristanto