Buktinya, ratusan pecinta motor Honda minthi dari berbagai daerah di tanah air rela menempuh perjalanan panjang ke Kabupaten Madiun. Mereka menghadiri musyawarah nasional sekaligus silaturahmi yang digelar Federasi Honda Minthi Madiun (Faham), salah satu komunitas penggemar Honda C70.
Acara tersebut dilaksanakan di kawasan Gunung Kendil, Desa Mojopurno, Kecamatan Wungu. Selain pemilihan ketua, ajang itu dimeriahkan kontes motor minthi modifikasi. ‘’Saya ikut kategori racing,’’ ujar Ibnu Malik, peserta asal Cianjur, Jawa Barat, kemarin (21/5).
Pemuda 19 tahun itu mengaku memodif motor minthi merah miliknya pada 2019 lalu. Kala itu, dia merogoh kocek sekitar Rp 10 juta untuk memoles motornya. ‘’Kalau di Jatim, ini pengalaman pertama ikut kontes,’’ katanya.
Ketua Faham Riko Kurniawan menyebutkan, kegiatan tersebut diikuti sekitar 500 penggemar Honda minthi dari berbagai daerah di Indonesia. Dari jumlah itu, 50 di antaranya berasal dari luar Jawa. ‘’Untuk peserta yang ikut lomba ada 10, empat kategori klasik dan enam racing,’’ bebernya.
Apa saja aspek penilaiannya? Riko mengatakan, untuk kategori klasik dinilai dari orisinalitas komponen dan atribut kendaraan. Sedangkan racing berdasarkan tampilan fisik seperti cat motor, spion, lampu sein, dan sebagainya. ‘’Di Madiun disebut minthi karena jalannya pelan, ithik-ithik,’’ ungkapnya.
Riko menambahkan, masih banyaknya jumlah penggemar Honda C70 tidak terlepas dari adanya komunitas yang menaungi pecinta motor klasik itu di berbagai daerah. (mg3/isd) Editor : Hengky Ristanto