Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Hasil Survei: Aplikasi Kencan Online Lebih Banyak Digunakan untuk Selingkuh dan Penipuan, Cek Faktanya!

Mizan Ahsani • Selasa, 5 Maret 2024 | 04:00 WIB
Ilustrasi penggunaan aplikasi kencan online. (JAWAPOS.COM)
Ilustrasi penggunaan aplikasi kencan online. (JAWAPOS.COM)

Jawa Pos Radar Madiun - Sebelum ada aplikasi kencan online seperti Tinder, Tantan, Badoo, dan lainnya, orang yang kesulitan mencari pasangan menggunakan jasa biro jodoh.

Belakangan, jasa tersebut sirna berkat kehadiran beragam aplikasi kencan online.

Sayangnya, aplikasi kencan online tak semata digunakan untuk mencari pasangan baik-baik. Yang ada, justru menjadi sumber masalah, termasuk selingkuh dan penipuan.

Hasil survei yang dilakukan Populix menyebutkan, banyak aplikasi kencan online yang justru digunakan untuk penipuan dan selingkuh..

Adapun aplikasi kencan online yang disurvei yakni Tinder, Tantan, Bumble, Omi, Dating.com, Badoo, Taaruf.id, OkCupid, dan Muslima.

COO dan Co-Founder Populix Eileen Kamtawijoyo mengatakan, kehadiran aplikasi kencan online semakin menjamur di Indonesia.

Hal itu memperlihatkan peran teknologi digital dalam membentuk kebiasaan baru untuk membangun hubungan, termasuk dalam mencari pasangan hidup.

"Data memperlihatkan bahwa aplikasi kencan utamanya tidak digunakan untuk mencari pasangan hidup," ungkapnya, seperti ditulis JawaPos.com, Sabtu (2/3).

"Sebaliknya, digunakan untuk mendapatkan teman chat, penasaran ingin mencoba, dan untuk bersenang-senang," sambung Eileen.

Eileen menjelaskan, waktu penggunaan aplikasi kencan online. Umumnya pada malam hari.

Persisnya para pengguna telah selesai menyelesaikan kegiatan hariannya.

Tingginya pengguna aplikasi kencan online baru terjadi dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Hal itu menunjukkan bahwa aplikasi kencan merupakan fenomena yang masih relatif baru.

Menariknya, sebanyak 37 persen pengguna menyatakan keraguan mereka menemukan pasangan hidup melalui aplikasi kencan online.

Di sisi lain, dari total responden yang menggunakan aplikasi kencan online, hanya 20 persen yang berhasil menemukan pasangan dan lanjut ke jenjang pernikahan atau hubungan yang serius.

Keraguan dan pandangan masyarakat tentang peran aplikasi kencan online dalam mencari pasangan hidup juga tidak dapat dilepaskan dari pengalaman mereka di aplikasi lain.

Survei mengungkap 56 persen responden menyatakan pernah mengalami kejadian tidak menyenangkan di aplikasi.

Beberapa kejadian tidak menyenangkan ini meliputi penipuan profil (71 persen), penggunaan bahasa yang kasar atau tidak sopan (52 persen), pelecehan seksual (30 persen).

Selain itu, perselingkuhan (23 perselingkuhan), penipuan uang (22 persen), cyberstalking (21 persen), dan pencurian identitas atau doxing (21 persen).

"Dari survei ini terlihat bahwa aplikasi kencan online memiliki tantangan dalam hal keamanan pengguna," terangnya.

"Penting bagi setiap pengguna untuk memiliki kesadaran dan pemahaman dalam menjaga informasi pribadi," sambung Eileen. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#kencan online #penipuan #aplikasi #tantan #tinder #selingkuh