KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Lebaran momen spesial yang terdapat tradisi bagi-bagi angpao kepada anak-anak tetangga maupun sanak saudara.
Bila angpao selama ini hanya masuk dalam amplop, Mevi Rudiani, berkreasi dengan membuat buket.
Bentuk buket angpao Lebaran tersebut mini sehingga pas di genggaman anak-anak.
‘’Iseng-iseng aja membuat buket THR (tunjangan hari raya),’’ kata Mevi Rudiani, perajin buket THR, Senin (8/4).
Buket THR berupa gulungan kertas tertentu yang dikreasi sedemikian rupa.
Uang angpao bisa dimasukkan dengan cara digulung.
Mevi mengakui, kreativitasnya itu masih awam bagi mayoritas masyarakat.
Meski begitu, dia sudah menerima beberapa orderan. “Kebetulan keseharian saya membuat berbagai macam suvenir dan mahar,’’ ungkap warga Kartoharjo itu.
Mevi menyanggupi permintaan pembuatan variasi ukuran dan bentuk buket THR.
Dia biasa menggunakan bahan berupa gabus oasis, plastik bening, lidi, kertas wrap, dan pita.
“Harganya menyesuaikan, mulai Rp 7.500 sampai Rp 200 ribu,” ujarnya.
Karena menekuni dunia kerajinan, pengembangan kreativitas menjadi harga yang tak bisa ditawar-tawar.
“Lebaran identik dengan hampers berupa makanan biasanya, biar tidak monoton saya kreasikan dengan buket,” pungkasnya. (mg1/den/cor)
Editor : Andi Chorniawan