Jawa Pos Radar Lawu - Di tengah dominasi motor matic dan sport modern, motor bebek jadul ternyata tetap punya tempat spesial di hati pecinta otomotif.
Terutama bagi pria berusia 40-an ke atas, motor ini bukan sekadar alat transportasi, tapi simbol nostalgia dan kenangan masa muda.
Menariknya, sejumlah motor bebek lawas kini diburu kolektor karena nilai historis, desain ikonik, dan keunikannya yang tak tergantikan.
Bahkan, beberapa model lawas kini justru punya harga jual lebih tinggi dibanding motor baru!
Berikut ini 5 motor bebek jadul yang masih jadi incaran kolektor di tahun 2025:
1. Honda Astrea Grand (1991–1997)
Astrea Grand dijuluki motor sejuta umat. Desain simpel, mesin irit, dan daya tahan luar biasa membuat motor ini masih banyak berkeliaran di jalanan.
Alasan masih dicari: cocok untuk proyek restorasi, spare part masih mudah ditemukan, mesin awet dan irit bahan bakar.
2. Yamaha Alfa (1988–1993)
Yamaha Alfa hadir sebagai pesaing kuat Honda di era 90-an.
Bentuknya sedikit lebih sporty dan punya suara mesin yang khas.
Alasan masih dicari: desain beda dari bebek lain, populasi makin langka, ikon motor Yamaha tahun 80–90-an.
3. Suzuki RC100 Sprinter (1990–1996)
Dikenal dengan julukan "motor roket", Suzuki RC100 punya akselerasi awal yang nendang.
Sekarang jadi buruan karena desainnya ringkas dan unik.
Alasan masih dicari: performa kencang di kelasnya, cocok dimodifikasi retro racing, dan banyak suku cadang alternatif.
4. Honda C70
Legenda hidup dunia motor klasik. Desainnya bulat dengan lampu depan khas, membuat Honda C70 tak lekang oleh zaman.
Alasan masih dicari: punya nilai koleksi tinggi, komunitas aktif dan spare part melimpah, serta desain timeless dan ikonik.
5. Kawasaki Kaze R (Awal 2000-an)
Meski usianya lebih muda, Kaze R kini mulai dilirik kolektor.
Desain sporty khas tahun 2000-an dan mesin 2-tak yang responsif jadi daya tarik tersendiri.
Alasan masih dicari: cocok untuk restorasi ala anak racing, mesin 2 tak yang bertenaga, velg dan knalpot standar jadi incaran kolektor.
Punya salah satunya? Jangan buru-buru dijual. Siapa tahu, motor tua kamu justru jadi incaran berikutnya!
Editor : Andi Chorniawan