Jawa Pos Radar Madiun - Langkah agresif Polytron terjun ke industri mobil listrik patut diapresiasi.
Namun di balik peluncuran G3 dan G3+, banyak yang belum tahu bahwa dua mobil listrik berwajah Indonesia itu sejatinya bukan sepenuhnya buatan lokal.
Mobil ini merupakan hasil rebranding dari Skyworth EV6 K, produk milik Skyworth Group—perusahaan teknologi asal Shenzhen, Tiongkok.
Dikutip dari CarNewsChina.com, Skyworth merupakan salah satu pemain baru di pasar mobil listrik Tiongkok.
Mereka merilis model Skyworth EV6 K pada 2021, dengan spesifikasi yang nyaris identik dengan Polytron G3 yang diluncurkan di Jakarta akhir April lalu.
Mulai dari bentuk bodi SUV yang mengotak, kapasitas baterai 51,9 kWh, penggerak roda depan, hingga daya jelajah 402 km, semuanya sama persis.
Secara strategi, langkah ini bukan hal aneh. Banyak pabrikan otomotif di Indonesia bekerja sama atau melakukan joint development dengan mitra dari China.
Namun, berbeda dengan Wuling yang memiliki basis produksi sendiri di Indonesia, Polytron memilih untuk mengimpor model jadi dan memasarkannya dengan brand sendiri.
Ini adalah strategi business-to-branding yang banyak dilakukan oleh perusahaan consumer electronics yang baru masuk ke otomotif.
Meskipun bukan rakitan lokal, Polytron tetap memberikan sentuhan pada aspek layanan dan jaminan purna jual.
G3 dan G3+ ditawarkan dengan dua skema: sewa baterai (Rp 299 juta–Rp 339 juta) dan milik penuh (Rp 419 juta–Rp 459 juta).
Selain itu, garansi baterai delapan tahun, roadside assistance 24 jam, dan jaminan harga jual kembali 70 persen dalam 3 tahun menjadi nilai jual tambahan. (gar)
Editor : Tegar Rukmana