Jawa Pos Radar Madiun - Sedang mencari lipstik tahan lama dengan warna intens dan hasil akhir glossy? Time Phoria Stellar Dust Lip Stain adalah pilihan tepat.
Lipstik ini belakangan viral di media sosial karena formulanya yang ringan namun tahan hingga 12 jam.
Gincu dari Singapura ini hadir dalam 12 pilihan shade yang cocok untuk berbagai warna kulit perempuan Indonesia.
Simak penjelasan lengkap tentang keunggulan, varian warna, hingga cara menggunakan lipstik Time Phoria Stellar Dust Lip Stain.
Keunggulan Time Phoria Stellar Dust Lip Stain
Teknologi 2-in-1 hybrid lip yang menggabungkan kenyamanan lip stain dengan kilau lip gloss, memberikan hasil akhir glossy yang tahan lama.
Pigmentasi tinggi dengan warna intens yang menutupi bibir hanya dengan sekali aplikasi.
Formula ringan dan melembapkan karena mengandung squalane serta bahan pelembap lainnya untuk menjaga kelembapan bibir sepanjang hari.
Dilengkapi dengan aplikator sponge tip yang lembut untuk aplikasi yang mudah dan rapi.
Pilihan Warna Time Phoria Stellar Dust Lip Stain
Time Phoria Stellar Dust Lip Stain tersedia dalam 12 pilihan warna yang beragam, mulai dari nude hingga bold, yang dapat disesuaikan dengan berbagai tone kulit.
01 Calyptra: Cokelat nude yang cocok untuk tampilan natural sehari-hari.
02 Solaris: Oranye cerah yang memberikan kesan segar dan ceria.
03 Luxia: Pink lembut yang manis dan feminin.
04 Cherrion: Mauve dengan sentuhan ungu yang elegan.
05 Electra: Fuchsia terang untuk tampilan yang berani.
06 Nerose: Merah marun yang dramatis dan memikat.
07 Quanta: Oranye kecokelatan yang hangat.
08 Rubion: Merah klasik yang timeless.
09 Enigma: Merah gelap yang misterius dan memukau.
10 Axion: Cokelat muda yang netral dan versatile.
11 Futura: Nude dengan nuansa pink yang cocok untuk semua warna kulit.
12 Pulse: Oranye kemerahan yang energik.
Harga dan Tempat Pembelian
Lipstik Time Phoria Stellar Dust Lip Stain tersedia dengan harga sekitar Rp 132 ribu dan dapat dibeli di berbagai platform e-commerce.
Sudahkah menemukan warna yang sesuai dengan preferensimu? (dew/cor)
Editor : Andi Chorniawan