Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Mengapa Burung Lebih Sering Bernyanyi di Waktu Fajar? Ini Penjelasan dari Studi Terbaru

Mizan Ahsani • Sabtu, 14 Juni 2025 | 22:05 WIB

 

Burung Berkicau
Burung Berkicau

Jawa Pos Radar Madiun - Studi ini menantang teori lama mengenai fenomena "paduan suara fajar", dan dipublikasikan pada 12 Juni di Philosophical Transactions of the Royal Society B.

Penelitian ini dilakukan oleh ilmuwan dari Pusat Bioakustik Konservasi K. Lisa Yang di Laboratorium Ornitologi Cornell, bekerja sama dengan tim dari Proyek Dhvani di India.

Mereka meneliti 69 spesies burung yang hidup di pegunungan Western Ghats, salah satu kawasan dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia.

 Baca Juga: Belekan Tak Kunjung Sembuh? Ini 7 Obat Mata yang Ampuh Menyembuhkan

Mengandalkan Teknologi Pemantauan Suara untuk mengamati perilaku burung secara detail, tim peneliti menggunakan teknologi pemantauan akustik pasif.

Mikrofon otomatis dipasang di 43 titik dalam hutan dan merekam suara burung selama berbulan-bulan.

Data audio ini kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi kapan dan spesies mana saja yang berkicau sepanjang hari.

“Tanpa teknologi ini, mustahil bagi kami mengumpulkan data dalam skala sebesar ini,” jelas Vijay Ramesh, peneliti utama dalam studi ini.

 Baca Juga: Inilah Beberapa Alasan Mengapa Jari Keriput Saat Berendam! Simak Penjelasan Ilmiahnya

Burung Lebih Aktif Berkicau di Fajar

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 20 dari 69 spesies burung yang diamati memiliki intensitas vokalisasi jauh lebih tinggi saat fajar dibandingkan senja.

Beberapa spesies yang tergolong aktif di waktu fajar antara lain:

Burung kenari berkepala abu-abu

Burung drongo berekor raket besar

Burung warbler daun berparuh besar

Sementara itu, hanya satu spesies burung babbler berwajah gelap yang lebih sering berkicau saat senja.

 Baca Juga: Hasil Riset: Daya Tarik Wanita Lebih Sering Dinilai Tinggi daripada Pria Berdasarkan Penelitian di 50 Negara

Apa Penyebabnya? Ini Faktor Utamanya

Tim peneliti mengevaluasi empat teori umum yang selama ini digunakan untuk menjelaskan fenomena paduan suara fajar:

1. Kondisi lingkungan, seperti suhu dan kecepatan angin yang mendukung penyebaran suara di pagi hari.

2. Perilaku teritorial, di mana burung berkicau untuk mempertahankan wilayahnya.

3. Efisiensi waktu, karena pagi hari menjadi waktu ideal sebelum sibuk mencari makan.

4. Pola makan, yang bisa berhubungan dengan aktivitas sosial dan pencarian makanan.

Setelah menganalisis data lapangan dan menggabungkannya dengan informasi dari literatur ilmiah, tim menyimpulkan bahwa perilaku sosial lebih memengaruhi burung untuk berkicau di pagi hari dibandingkan faktor lingkungan.

 Baca Juga: Teknologi Menangkap dan Menggunakan Karbon untuk Mengubah CO2 Jadi Asam Karboksilat dengan Bantuan Enzim

Burung Teritorial dan Omnivora Lebih Rajin Bernyanyi

“Burung yang memiliki sifat teritorial tinggi serta burung omnivora cenderung lebih aktif bersuara saat fajar,” ujar Ramesh.

Berkicau di pagi hari membantu burung menyatakan dan mempertahankan wilayah mereka dari pesaing.

Selain itu, burung pemakan serangga dan buah biasanya menjadi bagian dari kawanan campuran spesies saat mencari makan.

Dalam kelompok ini, komunikasi vokal penting untuk koordinasi dan sebagai sistem peringatan terhadap predator.

 Baca Juga: Rekomendasi Tas Traveling Wanita Merek Lokal yang Fungsional dan Stylish, Wajib Punya!

Meski teori tentang kondisi lingkungan seperti cahaya dan kualitas akustik sempat dipercaya sebagai penyebab utama, hasil studi ini tidak menemukan pengaruh signifikan dari faktor tersebut terhadap pola berkicau burung.

Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor sosial terutama teritorialitas dan kebiasaan makan memiliki pengaruh lebih besar terhadap perilaku berkicau di pagi hari dibandingkan kondisi lingkungan.

(*/naz)
Penulis : Fauzia Adelia Cahya Ningrum/Politeknik Negeri Madiun

Editor : Mizan Ahsani
#pagi hari #burung berkicau #alasan #studi penelitian