Jawa Pos Radar Madiun - Musim kemarau tiba, suhu makin panas, dan ini jadi tantangan tersendiri buat para pemilik motuba alias mobil tua bangka.
Masalah klasik yang sering muncul? Yup, overheat alias mesin kepanasan. Tapi tenang, bukan berarti motuba kamu harus terus-terusan ngambek di pinggir jalan.
Dengan perawatan yang tepat dan beberapa trik sederhana, mobil lawas pun bisa tetap adem meski cuaca sedang terik-teriknya.
Berikut ini tips-tipsnya agar motuba kesayangan tetap prima dan terhindar dari overheat.
1. Pastikan Sistem Pendingin Dalam Kondisi Prima
Jantung utama dari pencegahan overheat ada di sistem pendingin. Radiator, kipas pendingin, dan thermostat harus rutin dicek.
Tips:
Cek air radiator setiap seminggu sekali, pastikan volumenya cukup.
Gunakan coolant berkualitas, hindari air keran biasa karena bisa menyebabkan karat.
Bersihkan sirip radiator dari kotoran atau lumpur yang menempel.
2. Ganti Selang Radiator yang Sudah Getas
Sering dianggap sepele, padahal selang radiator yang sudah getas atau bocor bisa jadi biang overheat.
Air radiator bisa bocor pelan-pelan tanpa disadari.
Tips:
Tekan selang radiator saat mesin dingin. Jika terasa keras dan ada retakan, segera ganti.
Gunakan selang berkualitas tinggi agar tahan panas.
3. Periksa dan Rawat Kipas Pendingin
Motuba umumnya masih pakai kipas mekanik. Kalau kipas nggak mutar maksimal, sirkulasi udara terganggu, mesin pun bisa kepanasan.
Tips:
Periksa visco fan (kalau ada), pastikan tidak lemah.
Untuk kipas elektrik, cek kabel dan relay-nya, pastikan nyala otomatis saat suhu naik.
4. Jangan Abaikan Tutup Radiator
Sering dilupakan, padahal fungsi tutup radiator penting untuk menjaga tekanan dalam sistem pendingin. Kalau rusak, tekanan hilang dan air bisa keluar lewat tabung reservoir.
Tips:
Pastikan karet dan per-nya masih bagus.
Ganti setiap 1–2 tahun untuk mencegah kerusakan akibat tekanan yang tidak stabil.
5. Flush Radiator Secara Berkala
Radiator yang sudah dipakai bertahun-tahun bisa menumpuk kerak dan karat. Alhasil, aliran air pendingin jadi nggak lancar.
Tips:
Lakukan flush atau pengurasan radiator minimal setahun sekali.
Gunakan cairan pembersih khusus radiator, bukan sabun atau deterjen.
6. Rutin Ganti Air Radiator, Jangan Cuma Nambahin Aja!
Banyak pemilik mobil tua yang cuma isi ulang air radiator saat habis, tapi jarang mengganti total.
Padahal, air radiator yang sudah lama bisa tercampur kerak, karat, bahkan minyak, yang bikin sistem pendingin nggak optimal.
Tips:
Ganti air radiator secara menyeluruh (flush total) setiap 20.000 km atau minimal setahun sekali.
Gunakan cairan radiator (coolant) dengan kadar anti-karat yang sesuai, jangan sekadar air mineral atau air sumur.
Hindari mencampur merek coolant berbeda karena bisa memicu reaksi kimia dan endapan.
Faktanya:
Air radiator yang bersih dan berkualitas bukan cuma mencegah overheat, tapi juga memperpanjang usia pompa air, thermostat, dan bahkan blok mesin itu sendiri.
Kesimpulan:
Motuba memang punya tantangan tersendiri dalam perawatan. Tapi dengan perhatian lebih dan perawatan berkala, mobil tua pun bisa tetap tangguh tanpa drama overheat.
Ingat, mencegah lebih murah daripada turun mesin.
Jadi, jangan tunggu sampai mobil mendadak ngebul di tanjakan. Rawat motuba kamu dari sekarang, dan biarkan dia tetap menemani perjalananmu dengan adem dan nyaman. (osi)
Editor : Mizan Ahsani