Jawa Pos Radar Madiun – Maia Estianty kembali jadi pusat perhatian publik.
Kali ini bukan karena proyek musik atau kehidupan pribadinya, melainkan perhiasan mewah yang dikenakannya saat hadir dalam acara sungkeman Al Ghazali, Minggu (15/6) di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan.
Satu set perhiasan blue sapphire yang melingkar di leher dan jarinya langsung mencuri perhatian, bahkan dibandingkan dengan cincin ikonik milik mendiang Putri Diana.
Maia tampil anggun mengenakan kalung safir besar berbentuk oval, anting panjang simetris, dan cincin solitaire safir biru di jari manisnya.
Perhiasan yang dikenakannya itu sontak membuat warganet heboh dan penasaran.
Tak terkecuali kekasih El Rumi, Syifa Hadju, yang sempat melontarkan candaan soal mewahnya perhiasan tersebut.
“Bagus banget kalungnya, lebih ke pressure ya, aku bawa rumah nih kayaknya di badan,” ujar Syifa sembari tertawa dalam kanal AlElDul TV yang tayang 16 Juni 2025.
Batu safir biru alias blue sapphire memang bukan batu permata sembarangan. Jenis batu ini kerap dikaitkan dengan simbol kemewahan, royalti, dan status tinggi.
Bahkan, batu safir yang dipakai Maia Estianty disebut-sebut mirip dengan cincin pertunangan Putri Diana yang kini dikenakan oleh Kate Middleton, istri Pangeran William.
Menurut pengamatan sejumlah ahli perhiasan, perhiasan Maia kemungkinan besar menggunakan Ceylon Sapphire, batu safir asal Sri Lanka yang dikenal memiliki kejernihan dan warna biru terang dengan kualitas terbaik di dunia.
Batu safir jenis ini jauh lebih berharga dibanding safir dari lokasi lain, seperti Thailand atau Australia.
Nilai batu safir sendiri ditentukan oleh beberapa faktor, yakni warna, kejernihan, asal batu, metode pemotongan, dan berat karat.
Semakin sempurna aspek tersebut, semakin tinggi pula nilai jualnya. Misalnya, Blue Belle of Asia—safit Sri Lanka seberat 392,52 karat—pernah laku lebih dari Rp267 miliar di balai lelang.
Sementara Blue Sapphire Rockefeller dari Myanmar terjual Rp47 miliar.
Meski harga perhiasan Maia tak diumumkan secara resmi, publik berspekulasi nilainya berada di angka miliaran rupiah.
Hal ini mengingat ukuran batunya yang besar, warna royal blue yang langka, serta desain kalung dan cincin yang mewah.
Di pasar lokal, cincin safir standar seperti milik Kimfook bisa mencapai Rp9–15 juta.
Namun untuk kualitas premium seperti yang dikenakan Maia, angkanya bisa menyentuh Rp1 miliar lebih—bahkan setara harga satu unit properti elite.
Perhiasan ini tak hanya memperkuat citra fashion-forward Maia Estianty, tetapi juga menunjukkan kelasnya sebagai sosialita yang tak ragu tampil elegan dengan gaya bangsawan modern.
Lewat unggahan di akun Instagram pribadinya, @maiaestiantyreal, Maia seolah menegaskan bahwa perhiasan bukan hanya aksesori, tapi juga simbol keanggunan dan warisan budaya yang bernilai tinggi. (ota)
Editor : Ockta Prana Lagawira