Jawa Pos Radar Madiun - Banyak pemilik mobil masih sering abai saat mengganti air radiator.
Padahal, kesalahan saat proses pengurasan bisa berdampak serius pada performa hingga usia mesin kendaraan.
Idealnya, air radiator dikuras setiap 40.000 kilometer. Pada jarak tersebut, cairan pendingin biasanya sudah mengalami kejenuhan dan kehilangan efektivitas dalam mendinginkan mesin.
Jika dibiarkan, risiko overheat pun semakin tinggi.
Namun sayangnya, masih banyak yang melakukan pengurasan secara asal-asalan.
Salah satu kesalahan umum adalah hanya membuang air dari bawah radiator tanpa memperhatikan sisa cairan di saluran mesin seperti water jacket.
Akibatnya, kotoran dan kerak tetap tertinggal dan membuat sistem pendingin tidak maksimal.
Agar tidak keliru, berikut adalah langkah-langkah mengganti air radiator dengan benar:
1. Siapkan Peralatan dan Bahan
Sebelum memulai, pastikan semua alat dan bahan sudah siap.
Beberapa di antaranya corong, selang, wadah pembuangan, obeng atau kunci pas, serta cairan coolant baru dan air mineral bersih.
Hindari menggunakan air biasa karena tidak mengandung zat anti-korosi dan bisa menyebabkan karat pada sistem pendingin.
2. Panaskan Mesin Sebentar
Panaskan mesin mobil selama lima menit agar sirkulasi coolant bekerja dan kotoran yang mengendap bisa naik ke atas.
Ini akan memudahkan proses pengurasan lebih optimal. Setelah itu, matikan mesin dan tunggu hingga suhu turun agar lebih aman saat membuka tutup radiator.
3. Buka Lubang Pembuangan dan Buang Cairan Lama
Buka tutup radiator dan pasang corong serta selang ke lubang pembuangan.
Arahkan ujung selang ke wadah atau ember besar. Buka baut pengunci, lalu biarkan air radiator mengalir hingga habis.
Tunggu hingga hanya tetesan terakhir yang tersisa agar pengurasan benar-benar tuntas.
4. Bilas dengan Air Bersih
Setelah air radiator lama habis, bilas radiator dengan air mineral atau air suling. Isi sampai penuh, tutup kembali radiator, lalu nyalakan mesin sekitar 10–15 menit.
Ulangi proses ini beberapa kali sampai air bilasan terlihat jernih. Ini berguna untuk membersihkan sisa kotoran atau korosi di dalam sistem.
5. Isi Coolant Baru
Setelah radiator bersih, isi ulang dengan cairan coolant baru sesuai rekomendasi tipe mobil.
Campurkan dengan air mineral jika perlu, sesuai petunjuk pada kemasan. Pastikan tidak ada kebocoran dengan menyalakan mesin dan memeriksa sistem pendingin.
Meski bisa dilakukan sendiri di rumah, pengurasan radiator akan lebih maksimal jika ditangani teknisi profesional.
Servis berkala di bengkel tetap penting untuk menjaga kondisi kendaraan tetap prima, termasuk penggantian coolant dan pengecekan sistem pendingin lainnya. (osi)
Editor : Mizan Ahsani