Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Rahasia di Balik Bintang 5 Keselamatan Mobil: Biaya Crash Test Tembus Miliaran, Satu Manekin Rp 4 M

Satrio Jati • Senin, 30 Juni 2025 | 19:10 WIB
Japan NCAP melakukan crash test atau uji tabrak terhadap Suzuki Fronx.
Japan NCAP melakukan crash test atau uji tabrak terhadap Suzuki Fronx.

Jawa Pos Radar Madiun - Di balik kecanggihan mobil modern dan rating bintang lima dalam uji keselamatan, ada satu kenyataan mencengangkan: biaya satu manekin dummy untuk crash test bisa mencapai Rp 4,4 miliar.

Dan itu belum termasuk biaya menghancurkan mobil, membangun fasilitas pengujian, hingga analisis data super detail. Dunia otomotif memang mahal, terutama saat berbicara tentang keselamatan.

Tak banyak yang tahu bahwa uji tabrak bukan sekadar menabrakkan mobil ke dinding.

Itu adalah rangkaian proses rumit yang melibatkan perhitungan presisi tinggi, teknologi sensor super sensitif, dan protokol pengujian internasional yang ketat.

Bukan Manekin Biasa: Dummy Seharga Mobil Mewah

Dummy yang digunakan dalam uji tabrak bukan manekin plastik biasa seperti di toko baju.

Mereka adalah model anatomi manusia super canggih, dilengkapi dengan ratusan sensor yang mampu mencatat tekanan, gaya benturan, dan kerusakan tubuh secara akurat dalam milidetik saat kecelakaan terjadi.

Harga satu dummy bisa menyentuh Rp 4,4 miliar, bahkan versi paling murah pun masih dihargai ratusan juta rupiah.

Tak heran jika mobil yang mendapatkan rating keselamatan tinggi dari Euro NCAP, ASEAN NCAP, atau IIHS sudah melalui pengujian yang menghabiskan miliaran Rupiah.

Sekali Tabrak, Rp 580 Juta Melayang

Sekali melakukan crash test pada satu mobil penumpang, produsen bisa mengeluarkan biaya sekitar Rp 580 juta, belum termasuk dummy, fasilitas, dan biaya tenaga ahli.

Jika satu model harus dites dalam berbagai skenario – frontal impact, side impact, rear crash, hingga pedestrian protection – maka belasan hingga puluhan unit prototipe harus dikorbankan.

Dalam konteks pengembangan model baru, biaya totalnya bisa menembus puluhan miliar Rupiah, mulai dari tahap awal desain, simulasi komputer, hingga crash test fisik di lab.

Fasilitas Super Mahal: Proving Ground Seharga Rp 1,7 Triliun

Indonesia sendiri tengah membangun fasilitas pengujian kendaraan terpadu (proving ground) yang juga dilengkapi laboratorium uji tabrak. Proyek ini menelan anggaran hingga Rp 1,7 triliun, mencerminkan betapa mahalnya infrastruktur untuk menjamin keselamatan berkendara.

Setiap detail diperhatikan: dari rel kecepatan tinggi, dinding benturan bersertifikasi, sistem pelacak gerak ultra-cepat, hingga ruang kontrol dengan sistem kamera beresolusi tinggi.

Meski biaya crash test sangat tinggi, ini adalah investasi tak ternilai untuk keselamatan. Hasil dari uji ini menjadi dasar pengembangan fitur keamanan mobil.

Baik itu pasif seperti struktur bodi ringkai (reinforced), sabuk pengaman 3 titik, hingga airbag multi arah, maupun fitur aktif seperti automatic emergency braking (AEB), lane keep assist, dan blind spot monitoring.

Tak hanya untuk memenuhi regulasi pemerintah, produsen mobil pun berlomba-lomba meraih rating tertinggi demi membangun kepercayaan konsumen. Bintang lima dalam uji keselamatan kini menjadi salah satu faktor jual paling penting di pasar otomotif global. (rio)

Editor : Mizan Ahsani
#Crash Test #tes #uji tabrak #mobil #keselamatan #biaya