Jawa Pos Radar Madiun - Siapa sangka sepatu lokal yang sempat redup di tahun 1990-an kini menjelma jadi ikon fashion anak muda masa kini?
Sepatu Compass, brand asli Indonesia, berhasil melakukan "comeback" fenomenal berkat sentuhan kreatif dari Aji Handoko Purbo sejak tahun 2018.
Strategi branding yang segar, desain retro khas, dan narasi lokal yang kuat jadi kunci suksesnya.
Dari Sepatu Lama ke Gaya Hidup Baru
Compass sebenarnya sudah eksis sejak era 90-an.
Namun, gaungnya kembali terdengar keras setelah direvitalisasi secara total dengan visi mengangkat kejayaan produk lokal yang berkualitas dan estetik.
Gaya vulcanized sneakers retro ala 80–90-an, siluet low-top berbahan kanvas, serta pilihan warna berani nan minimalis langsung mencuri perhatian pasar muda.
Stripe Petir: Identitas Khas Compass
Ciri paling menonjol dari Compass adalah stripe berbentuk petir di sisi sepatu yang jadi ikon visual merek ini.
Desain ini membuat Compass mudah dikenali dan tampil beda dibanding sneakers lokal lainnya.
Beberapa model yang paling laris dan ikonik di antaranya:
-
Compass Gazelle
-
Compass Retrograde
Setiap rilisan Compass hadir dalam jumlah sangat terbatas, menciptakan hype besar.
Tak jarang, sepatu Compass ludes terjual hanya dalam hitungan menit setelah dirilis.
Bukan Sekadar Sepatu: Ini Soal Komunitas dan Gaya Hidup
Kesuksesan Compass tak lepas dari strategi marketingnya yang mengedepankan cerita dan komunitas.
Compass tak hanya menjual produk, tapi juga menawarkan gaya hidup, mulai dari kampanye visual yang estetis hingga kolaborasi lintas industri, seperti dengan:
-
Thanksinsomnia
-
Fxxking Rabbits
-
dan berbagai musisi serta seniman lokal.
Pendekatan ini menjadikan Compass sebagai wadah ekspresi anak muda, sekaligus perwujudan semangat mendukung brand lokal dengan rasa global. (fin)
Editor : AA Arsyadani