Jawa Pos Radar Madiun – Panen tomat yang gagal sering kali bukan karena hama atau cuaca ekstrem, melainkan kesalahan sederhana yang dilakukan saat proses menanam.
Tomat adalah tanaman yang membutuhkan kondisi tumbuh optimal, mulai dari jarak tanam, sinar matahari, hingga teknik perawatan.
Berikut 7 kesalahan menanam tomat yang wajib dihindari menurut tukang kebun berpengalaman.
1. Jarak Terlalu Rapat
Tomat membutuhkan jarak tanam 60–90 cm agar sirkulasi udara dan cahaya matahari cukup. Jarak yang sempit memicu kelembaban tinggi dan penyakit jamur seperti hawar daun.
2. Menggunakan Pot Terlalu Kecil
Pot minimal 45 liter diperlukan untuk pertumbuhan akar yang optimal. Pot yang terlalu kecil membuat nutrisi dan air tidak cukup untuk menunjang pertumbuhan tanaman.
3. Pemangkasan Tidak Tepat
Pemangkasan daun bawah dan tunas samping (sucker) membantu sirkulasi udara dan fokus energi ke pembentukan buah. Hindari pemangkasan berlebihan yang justru menurunkan produktivitas.
4. Pemberian Nitrogen Berlebih
Nitrogen tinggi di fase berbunga membuat daun rimbun tapi buah sedikit. Gunakan pupuk seimbang dan kurangi nitrogen pada fase generatif.
5. Menanam di Area Kurang Cahaya
Tomat butuh sinar matahari penuh 6–8 jam sehari. Lokasi teduh membuat tanaman tinggi namun lemah dan buah sedikit.
6. Penyiraman di Waktu yang Salah
Siram di pagi hari untuk menghindari kelembaban berlebih yang memicu jamur. Gunakan metode soak and dry, hindari menyiram langsung ke daun.
7. Tidak Menggunakan Penyangga
Penyangga seperti tomato cage, bambu, atau jaring rambat mencegah batang roboh dan menjaga buah tetap bersih dari tanah.
Perawatan yang tepat sejak awal akan membuat tanaman tomat tumbuh subur, bebas penyakit, dan menghasilkan buah yang manis serta lebat saat panen. (cor)
Editor : Andi Chorniawan