Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Gerobak Bubur Ayam dan Perdebatan Diaduk atau Tidak: Mana yang Lebih Nikmat?

Mizan Ahsani • Minggu, 17 Agustus 2025 | 17:40 WIB
Ilustrasi Bubur Ayam
Ilustrasi Bubur Ayam

Jawa Pos Radar Madiun - Bagi sebagian orang, pagi hari belum lengkap tanpa seporsi bubur ayam hangat dari gerobak pinggir jalan.

Aromanya yang gurih, taburan suwiran ayam, cakwe, daun bawang, dan kacang kedelai goreng membuat siapa saja tergoda.

Namun, di balik kelezatan itu, ada satu perdebatan klasik yang tak pernah usang: bubur ayam diaduk atau tidak diaduk? Dua kubu ini sama-sama punya alasan dan penggemar setia.

Yuk, kita bedah serunya perdebatan ini sambil tetap menikmati semangkuk bubur.

1. Kubu Bubur Ayam Diaduk

Bagi penganut aliran ini, mengaduk bubur ayam adalah kunci kelezatan. Semua topping dan bumbu bercampur rata, menghasilkan setiap suapan yang konsisten dalam rasa.

Kelebihan bubur ayam diaduk:

Rasa lebih merata karena bumbu, kecap, dan sambal tercampur sempurna.

Tekstur lebih creamy dan hangat merata.

Cocok buat yang suka makan cepat tanpa harus “mencari” lauk di permukaan.

2. Kubu Bubur Ayam Tidak Diaduk

Bagi kelompok ini, bubur ayam harus disajikan apa adanya. Topping yang rapi di atas bubur adalah seni yang tak boleh dirusak sendok.

Kelebihan bubur ayam tidak diaduk:

Bisa menikmati setiap topping secara terpisah.

Tampilan lebih cantik dan menggoda untuk difoto.

Memberi pengalaman rasa yang bertahap, dari gurih bubur polos hingga manisnya kecap dan renyahnya kacang.

3. Faktor Budaya dan Kebiasaan

Menariknya, kebiasaan ini sering dipengaruhi faktor daerah dan keluarga. Ada yang sejak kecil terbiasa mengaduk bubur, ada juga yang selalu makan perlahan sambil “menjelajahi” toppingnya.

Bahkan beberapa pedagang bubur ayam sudah hafal pesanan pelanggan, apakah harus diaduk dulu sebelum disajikan atau tidak.

4. Tidak Ada yang Salah, Semua Benar

Pada akhirnya, perdebatan ini sama sekali tidak perlu jadi ajang “kubu-kubuan” serius. Bubur ayam diaduk atau tidak, semuanya kembali ke selera masing-masing.

Yang penting: bubur harus hangat, topping melimpah, dan disantap dengan hati bahagia.

(*/naz)
Penulis: Diva Vania Candrawati/Politeknik Negeri Madiun

Editor : Mizan Ahsani
#kebiasaan makan #diaduk atau tidak #bubur ayam enak #bubur ayam