Jawa Pos Radar Madiun – Kepercayaan bahwa menyapu malam hari bisa membuang rezeki masih hidup di masyarakat, terutama di kalangan Jawa.
Mitos ini lahir dari kondisi masa lalu ketika penerangan sangat terbatas sehingga menyapu pada malam hari dianggap berisiko dan tidak sopan.
Asal-Usul Mitos Menyapu Malam Hari
1. Keterbatasan Penerangan di Masa Lalu
Pada zaman dulu, cahaya lampu sangat minim. Menyapu di malam hari bisa membuat barang berharga ikut tersapu tanpa disadari.
2. Perlindungan dari Makhluk Halus
Sebagian masyarakat percaya menyapu malam hari mengundang roh jahat atau makhluk halus yang bisa membawa kesialan.
Gangguan Waktu Istirahat
Kegiatan menyapu di malam hari juga dianggap mengganggu ketenangan orang yang sedang beristirahat setelah seharian bekerja.
Perspektif Ilmiah dan Praktis
1. Rezeki Ditentukan Tuhan
Secara ilmiah, tidak ada hubungan antara menyapu malam hari dan hilangnya rezeki. Rezeki datang dari kerja keras, doa, dan ketetapan Tuhan.
2. Risiko Kehilangan Barang
Penerangan minim membuat barang kecil berharga lebih mudah tersapu tanpa sadar saat malam.
3. Manfaat Kebersihan Rumah
Menyapu sebelum tidur justru bisa menjaga rumah tetap bersih, nyaman, dan bebas debu sehingga lebih sehat bagi penghuni.
Pandangan Islam Tentang Menyapu Malam Hari
1. Tidak Ada Larangan Khusus
Dalam ajaran Islam, tidak ada hadis yang melarang menyapu malam hari atau mengaitkannya dengan hilangnya rezeki.
2. Kebersihan Sebagian dari Iman
Islam menganjurkan kebersihan kapan saja. Menyapu di malam hari justru bisa menjadi bagian dari menjaga kesehatan keluarga.
Mitos menyapu malam hari membuang rezeki lebih merupakan warisan budaya lama dan kondisi praktis pada masa lalu.
Dalam kenyataannya, menyapu kapan saja—termasuk malam—tidak memengaruhi rezeki, asalkan tetap memperhatikan kenyamanan serta kebersihan rumah. (cor)
Editor : Andi Chorniawan