Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Mengenal Tren YONO yang Kian Populer, Cara Baru Gen Z Bertahan Hidup atas Tekanan Ekonomi

Ardia Dimas • Kamis, 8 Januari 2026 | 15:53 WIB

 

Ilustrasi tren YONO yang diterapkan oleh kalangan Gen Z.
Ilustrasi tren YONO yang diterapkan oleh kalangan Gen Z.

Jawa Pos Radar Madiun - Kenaikan harga kebutuhan pokok dan biaya hidup yang semakin menekan membuat banyak anak muda harus memutar otak.

Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya ramah, Generasi Z mulai membentuk pola hidup baru yang lebih realistis dan adaptif.

Salah satu yang kini ramai diperbincangkan adalah tren YONO atau You Only Need One.

YONO merupakan konsep hidup minimalis versi Gen Z yang berfokus pada kesadaran konsumsi.

Dalam praktiknya, penganut YONO hanya membeli satu barang untuk satu fungsi selama barang tersebut masih layak pakai dan relevan.

Satu sepatu, satu tas, atau satu gawai dianggap cukup tanpa harus mengikuti tren baru yang terus berganti.

Berbeda dengan gaya hidup hemat ekstrem, YONO tidak mendorong pengorbanan berlebihan.

Intinya bukan menahan diri secara kaku, melainkan membuat keputusan belanja yang lebih rasional dan terukur.

Respons Gen Z terhadap Tekanan Ekonomi

Tren YONO muncul sebagai respons alami terhadap situasi ekonomi saat ini.

Inflasi yang belum sepenuhnya terkendali, harga barang yang terus naik, serta pendapatan yang belum stabil mendorong Gen Z untuk lebih berhati-hati dalam mengelola keuangan.

Dengan menerapkan YONO, Gen Z berusaha menjaga arus kas tetap sehat, mengurangi stres finansial, dan mempersiapkan masa depan dengan lebih realistis.

Prinsip “cukup satu” menjadi strategi untuk bertahan tanpa kehilangan kualitas hidup.

Melawan Budaya Konsumtif secara Halus

YONO juga bisa dipandang sebagai bentuk perlawanan halus terhadap budaya konsumtif.

Selama ini, masyarakat kerap didorong untuk terus membeli demi tren, validasi sosial, atau citra tertentu.

Gen Z memilih jalan berbeda: kepuasan tidak lagi diukur dari banyaknya barang, melainkan dari kemampuan mengendalikan keuangan dan kebutuhan.

Pendekatan ini membuat Gen Z lebih selektif, tidak mudah tergoda diskon, dan lebih menghargai fungsi dibanding sekadar tampilan. (cor)

 

Editor : Andi Chorniawan
#Gen Z #tekanan ekonomi #You Only Need One #tren #YONO