Jawa Pos Radar Madiun – Xiaomi kembali membuat geger dunia gadget global.
Raksasa teknologi asal Tiongkok ini baru saja meluncurkan "monster" barunya, Redmi Turbo 5 Max, yang langsung mencatatkan rekor fantastis.
Hanya dalam waktu dua jam sejak keran pemesanan dibuka, stok ponsel ini dilaporkan ludes terjual.
Berdasarkan data penjualan, Redmi Turbo 5 Max langsung menobatkan diri sebagai ponsel terlaris di rentang harga 2.000–3.000 yuan pada hari peluncurannya.
Apa yang membuat ponsel ini begitu diburu?
Ternyata, daya tarik utamanya terletak pada spesifikasi baterai badak dan performa flagship yang diusungnya.
Spesifikasi Gahar: Baterai 9000 mAh dan Chipset 3nm
Redmi Turbo 5 Max hadir dengan spesifikasi yang tidak main-main.
Ponsel ini dibekali baterai berkapasitas jumbo 9.000 mAh berjenis silikon-karbon, jauh di atas standar ponsel masa kini yang rata-rata hanya 5.000 mAh.
Meski baterainya super besar, pengisian dayanya tetap ngebut berkat dukungan fast charging 100 watt.
Uniknya, ponsel ini juga bisa dijadikan power bank darurat dengan fitur reverse wired charging 27 watt.
Di sektor dapur pacu, Redmi Turbo 5 Max menjadi smartphone pertama di dunia yang ditenagai chipset MediaTek Dimensity 9500s.
Prosesor canggih dengan fabrikasi 3 nanometer ini memiliki kecepatan clock hingga 3,73 GHz, yang diklaim mampu melibas game berat resolusi tinggi tanpa lag.
Layar ponsel ini juga memanjakan mata dengan panel 6,83 inci beresolusi 1,5K dan tingkat kecerahan puncak mencapai 3.500 nits.
Baca Juga: Banjir Gadget Baru Februari 2026! Samsung S26 hingga iPhone 17e Siap Kuras Dompet, Cek Harganya
Harga dan Prediksi Masuk Indonesia
Di negara asalnya, Redmi Turbo 5 Max dibanderol dengan harga yang sangat agresif.
Yakni mulai 2.199 yuan atau setara Rp 5 jutaan untuk varian terendah, hingga sekitar Rp 6,5 jutaan untuk varian tertinggi.
Lantas, apakah ponsel ini akan masuk ke Indonesia?
Kabar yang beredar menyebutkan bahwa Redmi Turbo 5 Max diprediksi akan meluncur ke pasar global dengan nama baru, yakni POCO X8 Pro Max.
Namun, kemungkinan akan ada penyesuaian spesifikasi, terutama pada kapasitas baterai, demi memenuhi regulasi di berbagai negara. (naz)
Editor : Mizan Ahsani