Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Warnita Manfaatkan Momen Imlek untuk Jualan Mainan Barongsai

Administrator • Jumat, 24 Januari 2020 | 20:53 WIB
REPLIKA: Warnita menunjukkan mainan barongsai yang dijualnya di dekat lokasi Peceland Chinese New Year Festival.
REPLIKA: Warnita menunjukkan mainan barongsai yang dijualnya di dekat lokasi Peceland Chinese New Year Festival.

Momen tahun baru Imlek menjadi ladang rezeki bagi Warnita. Pemuda asal Cirebon itu berjualan mainan barongsai di sekitar lokasi Peceland Chinese New Year Festival.


________________________


ASEP SYAEFUL BACHRI, Madiun, Jawa Pos Radar Madiun


‘’MAS, ini berapa harganya?’’ tanya seorang calon pembeli sembari tangannya menunjuk barongsai mini di lapak Warnita. Lelaki itu lantas menyebut angka Rp 20 ribu. ‘’Kalau yang ini Rp 70 ribu,’’ kata Warnita sambil melirik replika barongsai berukuran besar.


Berbeda dengan barongsai sungguhan, replika itu dilengkapi kabel kecil di bawah yang berfungsi membuat lampu yang berada di mata menyala. ''Cara mainnya tinggal menarik tali di bawah mulut. Nanti mulutnya bisa terbuka dan menutup sendiri,'' jelas pemuda 28 tahun itu.


Ya, keramaian perayaan tahun baru Imlek di Kota Madiun mengundang Warnita datang jauh-jauh dari Cirebon, Jawa Barat. Itu dilakukan setelah mendapat informasi adanya Peceland Chinese New Year Festival di media sosial. Sebelumnya dia sudah terlebih dahulu berjualan di Solo dengan sejumlah pedagang mainan dari kampungnya. ''Saya coba dulu daya belinya bagaimana, kalau sepi balik lagi ke Solo,'' ujarnya.


Warnita berasal dari Desa/Kecamatan Jamblang, Cirebon. Desa itu merupakan sentra kerajinan mainan. Termasuk terompet yang biasa digunakan sebagai pernik tahun baru. Tak ayal pemuda itu sejak kecil sudah bisa membuat berbagai mainan. ''Saya juga buat topeng reyog Ponorogo,'' sebutnya.


Dia juga biasa ke luar kota saat perayaan hari besar lainnya. Tradisi berjualan ke lain daerah itu sudah menjadi hal jamak bagi kalangan pemuda desanya. Bahkan, tidak hanya sekitar Jawa, banyak temannya yang berjualan hingga Sumatera dan Kalimantan. ''Kalau dagangan habis baru pulang,'' ucap Warnita.


Pada momen tahun baru Imlek kali ini, Warnita mulai membuat barongsai sejak Agustus tahun lalu. Dari kampungnya dia membawa 10 kodi barongsai kecil dan dua kodi yang berukuran besar. ''Tidak bisa bawa banyak karena berangkatnya pakai bus,'' tuturnya.


Barongsai yang dibuatnya berbahan karpet yang dipanggang hingga menjadi cairan. Formula itu lantas dicetak di sebuah cetakan hingga memadat. Setelah itu, dipoles cat. Proses terakhir menggabungkan dengan kain berbulu yang diperolehnya dari pabrik boneka di Karawang. ''Butuh waktu seminggu untuk membuat 100 barongsai,'' jelasnya.


Bagi Warnita, mainan barongsai kini menjadi harapannya meraup rezeki. Sebab, penjualan terompet semakin sepi. ''Ya hanya barongsai yang sekarang lumayan laku,'' katanya. *** (isd/c1)

Editor : Administrator
#jawa pos #radar madiun #jawa pos radar madiun #berita madiun