Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Kabupaten Madiun Dikepung Bencana

Administrator • Sabtu, 29 Februari 2020 | 18:08 WIB
Photo
Photo

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Kabupaten Madiun sulit lepas dari ancaman bencana. Baik itu banjir, tanah longsor, maupun angin kencang. Kondisi geografis daerah yang berada di cekungan gunung menjadi faktor utamanya.


Untuk titik bencana menyebar di hampir semua wilayah. Tanah longsor, misalnya. Rawan terjadi di Dagangan, Saradan, Wungu, Kare, dan Gemarang. Sedangkan, banjir berpotensi melanda wilayah Balerejo, Saradan, Pilangkenceng, Wonoasri, Wungu, dan Madiun. ‘’Untuk angin puting beliung berpotensi terjadi di seluruh wilayah,’’ kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun Muhammad Zahrowi Jumat (28/2).


Dia mengungkapkan, selama 2020 sudah lima kali angin kencang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Madiun. Terbaru dialami oleh Suhar, warga Desa Glonggong, Kecamatan Dolopo. ‘’Wilayah berpotensi bencana angin kencang melebar,’’ ujar mantan camat Dagangan itu.


Sebelumnya, kata Zahrowi, hanya tiga kecamatan yang dianggap rawan puting beliung. Meliputi Saradan, Pilangkenceng, dan Gemarang. Namun, belakangan angin kencang sempat menerang wilayah Sawahan dan Mejayan. ‘’Kondisi geografis Kabupaten Madiun yang berada di cekungan gunung, potensi bencana angin puting beliungnya tinggi,’’ ungkapnya.


Meski begitu, pihaknya memprediksi intensitas terjadinya angin kencang saat ini berkurang. Kendati demikian, Zahrowi menyatakan upaya mitigasi bencana tetap dikedepankan. Seperti sosialisasi kebencanaan kepada masyarakat. ‘’Peran kami di sini sebagai koordinator. Tapi, tercapainya tujuan meminimalkan tingkat keparahan bencana itu perlu kebersamaan,’’ tekannya.


Yang jelas, menurut dia, datangnya bencana tidak dapat diprediksi ruang dan waktu. Karena itu, berbagai risiko bencana terus ditekan. Seperti normalisasi sungai untuk mencegah banjir serta imbauan kepada warga untuk tidak mendirikan rumah di dekat tebing guna meminimalkan fatalitas longsor. ‘’Jika berada di wilayah rawan angin kencang, misalnya, jangan membangun bangunan yang terlalu tinggi,’’ tuturnya. (den/c1/her)

Editor : Administrator
#jawa pos #radar madiun #berita madiun