KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun menargetkan pada tahun ketiga ini seluruh lapak UMKM tuntas dibangun. Sejak pertama 2020 lalu, pemkot telah menggelontor anggaran lumayan besar.
Kecamatan Kartoharjo digelontor Rp 2,35 miliar (2020) dan Rp 3,76 miliar (2021); Manguharjo Rp 2,30 miliar (2020) dan Rp 4,42 miliar (2021); serta Taman Rp 2,35 miliar (2020) dan Rp 1,99 miliar (2021). ‘’Prinsipnya lapak harus maksimal, anggaran kita cukupi,’’ ujar Wali Kota Madiun Maidi, Minggu (30/1).
Keberadaan lapak UMKM juga mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD). Tahun lalu PAD tercapai 109,27 persen atau Rp 265 miliar. Selama pandemi tahun lalu, Maidi mengeluarkan kebijakan wajib bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk belanja di lapak UMKM. Sejak Juli 2021 hingga Januari 2022 terbukukan belanja ASN Rp 11,2 miliar. ‘’Setelah itu baru meramaikan, artinya akan lebih ramai lagi,’’ pungkasnya. (kid/c1/sat/her)
Editor : Hengky Ristanto