KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Pemerintah daerah (pemda) diminta membangun ekosistem berusaha yang kondusif agar muncul pengusaha-pengusaha baru. ‘’Harus mendorong masyarakat agar memiliki kesempatan dalam berusaha atau berbisnis,’’ kata Menteri BUMN Erick Thohir saat sosialisasi Pertashop di Hotel Aston kemarin (6/2).
Eric mengungkapkan, persentase jumlah pengusaha di Indonesia masih jauh dari kata ideal. Yakni, hanya sekitar 3,5 persen. Sementara, negara-negara lain telah mencapai kisaran 10-14 persen. ‘’Butuh sinergi pemda. Lapangan pekerjaan, misalnya, tidak mungkin hanya dibuka BUMN. Kontribusi pengusaha sangat dibutuhkan,’’ tuturnya.
Dia tak menampik, pandemi Covid-19 berdampak pada melebarnya kesenjangan ekonomi. Kendati demikian, bukan menjadi alasan pemda lempar handuk. Dia mencontohkan BUMN di tanah air. Mampu mencatat kenaikan laba bersih dari Rp 13 triliun pada 2020 menjadi Rp 61 triliun tahun lalu.
Di sisi lain, Erick berjanji, lewat program perusahaan BUMN akan tetap konsisten berpihak kepada masyarakat. Khususnya mereka yang sedang merintis usaha. ‘’Perusahaan BUMN wajib mendampingi pelaku UMKM,’’ ujarnya.
Sementara, Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur Nurkholis menyebutkan, pertumbuhan ekonomi Jatim tahun ini diprediksi naik 5-5,8 persen. Pun, pemprov berkomitmen membantu program BUMN membangun ekonomi masyarakat. Baik UMKM, koperasi, maupun lembaga-lembaga lainnya. ‘’Tidak boleh menyerah. Pemerintah pusat, pemprov, dan pemda harus saling menguatkan sinergi,’’ pintanya. (ggi/c1/isd)
Editor : Hengky Ristanto