KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Proses tender proyek infrastruktur hingga Februari ini berjalan lambat. Itu jika dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu. ‘’Ada 32 paket pekerjaan OPD (organisasi perangkat daerah) yang masuk,’’ kata Kepala Bagian Pengadaan Barang/Jasa dan Administrasi Pembangunan Kota Madiun Malik Asmany, Jumat (18/2).
Dari puluhan itu, hanya tiga paket yang sudah selesai tender. Sedangkan sisanya masih dalam proses. ‘’Tahun lalu pada periode yang sama, 13 paket sudah selesai tender,’’ ujar Malik.
Tiga paket pekerjaan sudah selesai tender itu milik dinas perumahan rakyat dan kawasan permukiman (disperkim) serta dinas komunikasi dan informatika (diskominfo) dengan pagu anggaran sekitar Rp 6 miliar. Perinciannya, Rp 1,05 miliar untuk paket pekerjaan relokasi makam bongpay (Rp 350 juta) dan pengadaan pohon lindung (Rp 700 juta) di disperkim.
Sedangkan diskominfo Rp 4,9 miliar. Yakni, paket pekerjaan belanja sewa koneksi internet gratis untuk masyarakat. Menurut Malik, percepatan tender pekerjaan tergantung OPD. ‘’Kami meminta segera diproses untuk mengantisipasi agar tidak terjadi gagal tender,’’ tuturnya.
Masih ada 29 paket pekerjaan dengan pagu anggaran Rp 42,4 miliar yang masuk di unit kerja pengadaan barang/jasa (UKPBJ) masih proses tender. Yakni, milik dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR), dinas pendidikan, satpol PP dan damkar, badan pendapatan daerah, dinas lingkungan hidup, serta RSUD Kota Madiun. (ggi/her)
Editor : Hengky Ristanto