Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Yang Tersisa dari Kejayaan Bioskop Arjuna

Hengky Ristanto • Senin, 21 Maret 2022 | 16:44 WIB
RIWAYATMU KINI: Pintu kayu berukuran lebar di muka Bioskop Arjuna sudah tertutup rapat sejak 1990-an silam. ((BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)
RIWAYATMU KINI: Pintu kayu berukuran lebar di muka Bioskop Arjuna sudah tertutup rapat sejak 1990-an silam. ((BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Sudah 20 tahun berlalu sejak layar Bioskop Arjuna tergulung. Bioskop pertama di Madiun itu sempat menjadi salah satu tempat hiburan paling beken bagi kalangan warga Belanda. Sebelum Indonesia merdeka, kepemilikannya berpindah ke tangan warga Tionghoa.


Saat ini, pintu-pintu kayu berukuran lebar di muka Bioskop Arjuna tak lagi menyambut para penonton. Bioskop di utara alun-alun Kota Madiun itu tutup jelang akhir 1990-an. Bagi warga Madiun sekitarnya yang tumbuh dewasa pada 1980-an, Bioskop Arjuna merupakan salah satu spot hiburan beken di zamannya. ‘’Kejayaan Bioskop Arjuna sejalan dengan naik turunnya industri film Indonesia,’’ kata Andri Suprianto, pegiat sejarah Historia van Madioen, Senin (21/3).


Andri mengajak menengok jauh ke belakang di awal abad ke-20. Siapa sangka, Bioskop Arjuna merupakan bioskop tertua di Madiun. Catatan sejarah yang berhasil dihimpun, bioskop yang dulu bernama Bioscoop Apollo itu berdiri sejak 1911. ‘’Lebih tua dari usia Gemeente Madioen yang dibentuk 1918,’’ terangnya.


Bioskop tersebut didirikan oleh L. Knuverlder, seorang warga Belanda. Selain didesain sebagai tempat menonton film, Bioscoop Apollo juga digunakan untuk pertunjukan seni. Termasuk untuk opera dan seni tradisional Jawa. Pribumi sulit memasuki bioskop. ‘’Terdapat ruang rias di dekat panggung utamanya,’’ beber Andri.


Kepemilikan Bioscoop Apollo berpindah ke tangan warga Tionghoa. Dia tak lain anak dari Njoo Swie Lian, kapitan Cina yang menjabat di Madiun sejak 1912. Ketika Indonesia merdeka, nama bioskop dinasionalisasi menjadi Bioskop Arjuna. Andri menduga penamaan itu merujuk pada nama gunung. Sama halnya dengan Bioskop Lawu (kini Plaza Lawu). ‘’Tapi, bisa juga nama itu diambil dari nama tokoh pewayangan,’’ paparnya.


Kini, sudah 20 tahun berlalu sejak layar Bioskop Arjuna tergulung. Kejayaan yang sempat dilalui Bioskop Arjuna berakhir akibat munculnya teknologi kaset video. Bioskop resmi tutup pada 2002. ‘’Bagi yang tumbuh remaja dan dewasa sekitar tahun 1980-an atau 1990-an, pasti tidak asing dengan poster-poster film seronok yang biasa dipajang di depan bioskop,’’ kenang Andri. (naz/c1/her)

Editor : Hengky Ristanto
#kota madiun #bioskop arjuna