KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Sepuluh sekolah di Kota Madiun membuka penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2022—2023 offline mulai kemarin (8/6) hingga besok (10/6). Yakni, SDN 02 Taman, SDN Kejuron, SDN 02 Winongo, SDN 02 Kartoharjo, SDN Sukosari, SDN 01 Kanigoro, SMPN 8, SMPN 9, SMPN 12, dan SMPN 14.
Tujuan PPDB offline untuk memberi kesempatan siswa dari luar daerah bersekolah di Kota Madiun. Jalur ini menyediakan kuota 30 persen dari pagu masing-masing sekolah. ‘’Siswa dari Kota Madiun juga bisa ikut jalur offline ini,’’ kata Kabid Kurikulum, Pembinaan Bahasa dan Sastra Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun Slamet Hariyadi.
PPDB offline juga untuk mengantisipasi kekurangan pagu di sekolah- sekolah tersebut. Di SMPN 8, misalnya. Tahun lalu banyak permintaan dari orang tua murid yang rumahnya berdekatan dengan sekolah itu yang tak tertampung PPDB online. ‘’Intinya, siswa-siswa yang dekat dengan SMPN 8 biar bisa diterima, daripada sekolah di tengah kota yang jaraknya lebih jauh,’’ terang Hariyadi.
Kendati begitu, PPDB offline tetap memberlakukan syarat jarak untuk proses penyaringan siswa yang mendaftar. Itu sebagai antisipasi ketika jumlah pendaftar telah memenuhi kuota 30 persen. ‘’Kalau tidak mencukupi 30 persen, sisanya kami masukkan jalur zonasi (online, Red),’’ jelasnya.
Sementara itu, berdasarkan hasil rekapitulasi surat rekomendasi untuk jalur perpindahan tugas orang tua dan prestasi akademik-nonakademik tercatat ada 172 pemohon. Perinciannya, 16 pemohon jalur prestasi akademik, 90 pemohon jalur nonakademik, 32 pemohon jalur perpindahan tugas orang tua, dan 32 pemohon jalur zonasi. (her/c1/sat)
Editor : Hengky Ristanto