KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Banjir yang kerap terjadi di wilayah Nambangan Lor, Nambangan Kidul, dan Pandean pada musim penghujan lalu menjadi atensi terkait tata Kota Madiun. Terutama, pengaturan saluran air atau drainase. Untuk mengatasinya, proyek penanganan banjir di tiga kelurahan itu mulai digarap Senin (18/7) lalu.
Pekerjaan meliputi penambahan outlet (pintu air) saluran Pancasila di Nambangan Lor. Sosialisasi kepada warga dengan perangkat kelurahan pun sudah digelar dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) setempat. Penambahan itu karena outlet lama dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo terlalu kecil.
Sehingga, jika debit air meningkat, saluran tidak bisa menampung volume air. Dampaknya, air meluap hingga ke permukiman warga. ‘’Yang lama diameternya 1x1 meter. Kami membuat lagi 2x2 meter,’’ kata Kabid Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) DPUPR Kota Madiun Suyanto, Kamis (21/7).
Suyanto memastikan pengadaan baru tidak mengubah bentuk asli outlet lama. Sebab, pintu air baru dibangun di sebelahnya. Proyek itu menelan anggaran sekitar Rp 1,5 miliar. ‘’Kalau yang Gang Pancasila itu sangat urgen. Karena, begitu debit airnya deras, lokasi itu jadi langganan antrean air,’’ ungkapnya.
Proyek serupa juga dilaksanakan di Jalan Muhammad Nur, Demangan, Taman. Pekerjaan dilakukan bersamaan. Sesuai jadwal, diprediksi rampung November. Proyek ini dianggarkan Rp 1,7 miliar. ‘’Diharapkan pekerjaan itu bisa mengendalikan banjir di Demangan, Kuncen, dan Josenan,’’ tuturnya.
Demi mencegah banjir dan genangan di Kota Madiun, DPUPR mengalokasikan anggaran puluhan miliar rupiah. Duit berjibun itu untuk keperluan pembenahan saluran lama, penambahan saluran baru, dan pembangunan rumah pompa di Jalan Kaswari. (her/c1/sat)
Editor : Hengky Ristanto