KOTA, Jawa Pos Radar Madiun - Peringatan Harganas ke-29 di Medan pada 7 Juli lalu menjadi momen istimewa bagi dr Muhammad Nur SpOG. Ketua Tim Pelayanan Keluarga Berencana RSUD Kota Madiun itu menerima penghargaan Satya Lencana Wira Karya dari Presiden Joko Widodo. Apa keistimewaannya?
---------------------------------------------
DI depan sorot mata ratusan undangan, ekspresi wajah dr Muhammad Nur SpOG yang berdiri di panggung tampak sedikit tegang. Ketegangannya baru mencair setelah Presiden Joko Widodo menyalami dan menyematkan pin penghargaan di jas yang dikenakan.
Pemandangan itu terlihat saat Nur menerima penghargaan Satya Lencana Wira Karya pada momen peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-29 di Medan, Sumatera Utara, 7 Juli lalu. Penghargaan itu diberikan kepada Nur karena dinilai memiliki peran besar dalam program peningkatan keluarga bangga kencana serta penurunan angka stunting yang digalakkan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Nur tidak sendirian menerima penghargaan bergengsi itu. Penghargaan serupa juga diberikan kepada 11 tokoh lainnya. Di antaranya, bupati Lampung Barat, wali kota Lubuklinggau, ketua Tim Penggerak PKK Sulawesi Barat, dan ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang. ‘’Syarat utamanya (Satya Lencana Wira Karya) sudah pernah mendapat wirakarya sebelumnya,’’ kata Nur.
Sukses Nur meraih Satya Lencana Wira Karya tidak terlepas dari berbagai inovasi yang diluncurkan ketua Tim Pelayanan Keluarga Berencana RSUD Kota Madiun itu. Salah satunya program Wisata KB. Melalui program itu, banyak ibu yang melahirkan di rumah sakit milik pemkot tersebut lantas mengikuti KB pasca-proses persalinan.
Alumnus Universitas Airlangga itu juga meluncurkan program Pendekar Hamil Resiko Tinggi (Hati) untuk mengurangi risiko kematian ibu dan bayi. ‘’Kami membuat sistem dengan sering memberikan notifikasi kepada pasien tiga hari sebelum kontrol,’’ ungkap Nur. *** (tr5/isd/c1)
Editor : Hengky Ristanto