KOTA, Jawa Pos Radar Madiun - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Madiun menggelar Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) Palang Merah Remaja (PMR) di Bumi Perkemahan (Buper) Ngrowo Bening. Ratusan siswa SMP-SMA sederajat negeri-swasta turut berpartisipasi. ‘’Jumbara merupakan salah satu ajang pembinaan dan evaluasi PMR di sekolah,’’ kata Ketua PMI Kota Madiun A.S. Wardani kemarin (15/9).
PMI berupaya meningkatkan karakter kepalangmerahan serta peran anggota PMR dalam penerapan Tri Bakti PMR dan sebagai pendidik sebaya melalui pendekatan keterampilan hidup sehat. Kegiatan tahun ini merupakan yang kedua. Diikuti 16 kontingen SMP/MTs dan 13 kontingen SMA/SMK/MA. Beberapa kegiatan didominasi aneka lomba. ‘’Melalui kegiatan ini kami akan menanamkan sikap peduli lingkungan dan menciptakan situasi menyenangkan melalui games,’’ ujarnya.
Kegiatan berlangsung 15 hingga 17 September. Pembukaan ditandai dengan bakti masyarakat cabut paku, banner, stiker di pohon, tembok, dan beberapa tempat lain. Sebelumnya, seluruh kontingen meneriakkan yel-yel masing-masing. ‘’Kegiatan ini akan menimbulkan rasa kemanusiaan, peduli sesama, perhatian, menolong, dan langsung action. Jadi, tidak hanya rasa, tapi tindakan harus sesuai,’’ bebernya.
Wardani menambahkan, kegiatan ini juga rangkaian HUT Ke-77 PMI. Peran PMI sebagai organisasi kemanusiaan untuk membantu sesama. PMI bukan hanya soal donor darah. ‘’Ke depan kami ingin meningkatkan peran dan keberadaan PMI agar betul-betul bisa dirasakan masyarakat. Kami berharap seluruh anggota PMR bisa menjadi generasi berkualitas, berakhlak, dan punya mutu atau kompetensi bagus,’’ tuturnya.
Rhafi Iqbal, salah seorang peserta, menyebut bahwa kegiatan ini bisa menjadi edukasi PMR. Berbagai perlombaan akan menjadi persaingan yang sengit seluruh peserta. ‘’Ada dua lomba yang kami kuasai. Yaitu, tandu darurat dan pertolongan pertama. Kami berharap dengan persiapan ini kami bisa membawa pulang piala,’’ ucapnya. (mg4/c1/sat)
Editor : Hengky Ristanto