Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Manfaatkan Lahan Tidur, Pemkot Madiun Siapkan Aset di Selatan Rusunawa II

Hengky Ristanto • Senin, 19 September 2022 | 18:25 WIB
TEKAN INFLASI: Wali Kota Madiun Maidi mengemudikan traktor untuk mengolah lahan tidur di selatan rusunawa II, Sabtu (17/9). Pemkot Madiun memanfaatkan aset ini untuk lahan pertanian. (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)
TEKAN INFLASI: Wali Kota Madiun Maidi mengemudikan traktor untuk mengolah lahan tidur di selatan rusunawa II, Sabtu (17/9). Pemkot Madiun memanfaatkan aset ini untuk lahan pertanian. (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Wacana Pemkot Madiun membangunkan lahan tidur coba direalisasikan. Salah satunya memanfaatkan lahan di sisi selatan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) II, Nambangan Lor, Manguharjo. Aset pemkot itu tengah disiapkan menjadi lahan pertanian.


Menurut Wali Kota Madiun Maidi, pemanfaatan lahan tidur untuk mengantisipasi potensi inflasi. Menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). ‘’Ini sebagai upaya menekan inflasi. Hasil pertanian diupayakan dapat memenuhi kebutuhan warga kota di tengah sejumlah harga bahan pokok dan komoditas yang mengalami kenaikan,’’ katanya, Senin (19/9).


Maidi menyebutkan, pemkot membuka pintu kerja sama bagi petani setempat yang tidak memiliki lahan untuk memanfaatkannya. Namun, jenis tanamannya wajib mengikuti aturan pemkot. Mulai bibit, pupuk, hingga pengairan bakal disediakan cuma-cuma. ‘’Semua sudah kami siapkan. Sudah kami gemburkan tanahnya. Semua kebutuhan pertanian kami cukupi,’’ ujarnya.


Sementara, lanjut Maidi, komoditas prioritas adalah cabai rawit. Pemkot menyediakan 10 ribu bibit cabai untuk ditanam di lahan sisi selatan rusunawa II. Warga kota lainnya juga dapat memperoleh bibit cabai gratis dengan syarat ditanam di wilayah kota. ‘’Cabai rawit salah satu komoditas yang sering memicu inflasi. Kami masifkan penanamannya untuk mencukupi kebutuhan warga kota ini. Khususnya, para pelaku usaha pecel,’’ tuturnya.


Menurut Maidi, cabai merupakan bahan baku penting sambal pecel. Pun, pecel sudah menjadi kuliner khas Kota Madiun. Sehingga, kebutuhan cabai rawit cukup tinggi. Sementara pasokannya sejauh ini mengandalkan dari Magetan.


Karena itu, penting untuk sesegera mungkin mencari jalan keluar persoalan kelangkaan. Rencananya, selain cabai rawit, lahan tersebut juga dimanfaatkan untuk komoditas pertanian lainnya. ‘’Jika stok cabai rawit mencukupi, diganti komoditas pertanian lain. Semua akan diatur. Karena deflasi juga tidak baik,’’ jelasnya. (her/adv)

Editor : Hengky Ristanto
#Inflasi #lahan tidur #lahan pertanian #Rusunawa II #Kenaikan Harga BBM #tekan inflasi #Pemkot Madiun