Di lapak UMKM Kelurahan Madiun Lor, Manguharjo, misalnya, kemarin dipadati puluhan ibu hamil dan balita. Kedatangan mereka untuk menerima voucher paket bahan mentah, makanan siap saji, dan belanja di lapak UMKM kelurahan setempat.
Kristina Hariyati, salah seorang ibu hamil, mengaku sudah dua kali menerima bantuan untuk pemenuhan kebutuhan gizinya dan calon buah hati.
‘’Saya menerima beras, telur, susu, minyak goreng, sayuran, dan bahan mentah lainnya. Juga satu paket makanan siap konsumsi. Kemudian, dapat voucher untuk dibelanjaan di sini (lapak UMKM Kelurahan Madiun Lor, Red),’’ bebernya.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Madiun dr Denik Wuryani mengatakan, program WSS dilaksanakan selama hingga akhir tahun ini. ‘’Setiap Rabu kami buka di 27 kelurahan. ‘’Hasil evaluasi, respons masyarakat cukup baik,’’ ujarnya.
Untuk memastikan WSS berjalan efektif, lanjut Denik, pihaknya memberikan warning kepada para pedagang di lapak UMKM untuk tidak menggunakan mononatrium glutamate (MSG) saat mengolah masakannya.
‘’Pedagang di setiap lapak sudah kami beri penyuluhan agar mereka menyajikan makanan sehat untuk dikonsumsi ibu hamil dan balita,’’ tuturnya.
Menurut dia, upaya menekan angka anak dengan gangguan tumbuh kembang di Kota Madiun sejauh ini menunjukkan progres positif. Jumlah balita kekurangan gizi kronis berhasil direduksi.
Data terbaru menunjukkan angka stunting di daerah setempat tersisa 512 jiwa. ‘’Sesuai arahan Pak Wali, kami akan terus berupaya menekan angka anak stunting. Termasuk ibu hamil agar bayi yang dikandung lahir dengan sehat,’’ tuturnya. (ggi/isd) Editor : Hengky Ristanto