Mereka mendirikan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Tirto Miguno. Siapa sangka, lele pokdakan tersebut berhasil menembus pasar di berbagai daerah.
‘’Budidaya lele diharapkan bisa meningkatkan perekonomian, sarana rekreasi, hiburan, dan pemenuhan gizi warga,’’ Kata Lurah Manisrejo Bambang Agung Hariadi, Jumat (2/12).
Pokdakan Tirto Miguno memanfaatkan lahan tidur di Jalan Anggoro Manis IV, kelurahan setempat. Dari lahan tertidur itu, warga mampu mendulang rupiah. Pasalnya, permintaan lele sendiri saat ini cukup tinggi. ‘’Bahkan produksi lele di Madiun tidak mampu mencukupi permintaan pasar lokal,’’ terangnya.
Pemerintah kelurahan berupaya mendorong para pelaku budidaya lele untuk meningkatkan produksi. Agung berharap pemuda di Manisrejo mau ikut terjun dalam bisnis lele tersebut. ‘’Jika dilihat, permintaan konsumsi kan tinggi, maka peluang pasar dari budidaya lele masih terbuka lebar,’’ ujar Agung.
Dedi Suryadi, Ketua Pokdakan Tirto Miguno mengatakan, kelompok budidaya tersebut dibentuk april tahun 2022. Anggotanya hanya delapan orang. Namun kini, Tirto Miguno memiliki enam kolam dengan 24 ribu benih lele di dalamnya.
Selain itu, Tirto Miguno juga mampu melakukan pembibitan sendiri. Sehingga setelah panen tidak lagi membeli banyak bibit ikan dari luar.
Panen lele dilakukan tiga bulan sekali. Setiap panen menghasilkan 1,8 ton. Rupiah yang dihasilkan mencapai Rp 24 juta. ’’Dan beberapa minggu kedepan InsyaAllah sudah siap panen untuk yang kedua kalinya,” kata Dedi. (tr2/naz) Editor : Hengky Ristanto