Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Enam Vendor Tertarik Program Pengadaan Laptop di Kota Madiun

Hengky Ristanto • Sabtu, 10 Desember 2022 | 18:31 WIB
PAPARAN: Dinas Pendidikan Kota Madiun mengundang enam vendor atau rekanan penyedia laptop tahun depan, Jumat (9/12). (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)
PAPARAN: Dinas Pendidikan Kota Madiun mengundang enam vendor atau rekanan penyedia laptop tahun depan, Jumat (9/12). (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)
KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Rencana pengadaan laptop untuk pembelajaran siswa SD-SMP negeri di Kota Madiun memasuki babak baru. Jumat (9/12), calon rekanan penyedia barang memaparkan kemampuan memenuhi kebutuhan hingga spesifikasi (spek) yang dibutuhkan Pemkot Madiun.

Selanjutnya, hasil paparan akan dikonsultasikan pejabat pembuat komitmen (PPK) ke aparat penegak hukum (APH) yang mendampingi proyek strategis itu. ‘’Kami mengundang enam vendor (rekanan) untuk paparan,’’ kata Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun Lismawati.

Empat di antara enam vendor yang datang adalah Supertone (SPC), Teradata (Axioo), Acer Indonesia, dan Zyrex. Sedangkan dua lainnya, Libera dan Advance belum memenuhi undangan. Mereka diundang lantaran telah masuk kontrak konsolidasi di layanan pengadaan secara elektronik (LPSE). ‘’Upaya ini agar proses pengadaannya bisa lebih cepat,’’ ujarnya.

Selain itu, dindik juga telah mengumumkan rencana umum pengadaan (RUP) akhir November lalu. Tujuannya, agar vendor dapat mengukur kemampuan mereka ihwal kesediaan memenuhi kebutuhan barang dan spek laptop. Pun, dapat mengestimasi waktu yang ditentukan PPK atau kontrak pengadaan 100 hari kalender.

Jadi, lanjut Lismawati, sebelum akhir Desember harus sudah memilih vendor sekaligus mengontraknya. Sehingga, awal tahun depan (2023) pengadaan bisa berjalan. ‘’Selain itu, penyedia juga punya waktu menyiapkan barang atau tidak mepet seperti pengadaan sebelumnya,’’ imbuhnya.

Lismawati menambahkan, pihaknya mematangkan pengadaan laptop jauh-jauh hari agar kegagalan sebelumnya tak terulang kembali. Apalagi, belanja laptop tahun depan nyaris dua kali lipat dibandingkan 2021 lalu. Yakni, sekitar 9.452 unit dengan harga satuan sekitar Rp 5 juta.

Pun, Pemkot telah menyediakan anggaran total Rp 53,2 miliar. Sehingga, pengadaan kali ini harus gol. ‘’Kami mendengarkan paparan ketersediaan barang. Lalu, memastikan sparepart sudah ada di Indonesia atau tidak perlu impor serta TKPDN (tingkat kandungan dalam negeri)-nya,’’ ungkapnya.

Kelak ribuan unit laptop itu bakal didistribusikan ke sejumlah SD-SMP negeri di kota ini. Perinciannya, 1.753 unit untuk kelas IV dan 1.847 unit untuk kelas V. Kemudian, 2.709 unit untuk kelas VII dan 2.739 untuk kelas VIII. Lalu, 173 unit untuk guru kelas IV dan VII. Sedangkan guru kelas VI dan VIII sebanyak 179 unit. (ggi/sat) Editor : Hengky Ristanto
#pengadaan laptop #Dindik #laptop #pendidikan #rekanan #Pemkot Madiun