Di Gang Kamboja 13 C, Jalan Thamrin, berbagai jenis sampah seperti botol, serabut kelapa, kain perca, hingga kantong plastik diolah menjadi produk kerajinan tangan yang unik. Bahkan penjualannya sudah merambah hingga luar daerah seperti Kalimantan, Batam, Jakarta dan Surabaya.
Pemilik usaha kerajinan tersebut yakni Tjatur Ambarwati. Dia mengatakan, usaha tersebut mulai ditekuni sejak 2014 usai dia pulang dari perantauan. Awalnya dia bekerja di Batam. Ide usaha kerajinan muncul karena tuntutan ekonomi.
‘’Saya mempelajari teknik pembuatan kerajinan kerajinan tangan dari buku,’’bebernya.
Ambar menambahkan, dalam sebulan dia bisa memproduksi 50 produk kerajinan. Berbagai produk tersebut sekarang sudah memiliki brand sendiri dengan merek Brovelda. Harganya cukup bervariasi mulai Rp 10 ribu hingga Rp 350 ribu. ’’Semua produk saya bikin sendiri, ’’jelasnya.
Berkat usahanya tersebut dia diusulkan Pemerintah Kota Madiun melalui PKK untuk mengikuti penilaian Upakarti. Ambar pun lolos ke tingkat provinsi dan berhak mewakili ke tingkat nasional.
Hebatnya, Ambar berhasil masuk nominasi penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tersebut. Bulan ini dia diundang untuk menerima penghargaan yang akan diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara. ‘’Saya senang dan bangga bisa membawa nama baik Kota Madiun,’’ungkapnya.
Lurah Klegen Endro Suwardi menjelaskan, Ambar sukses meraih banyak prestasi. Salah satunya juara harapan tiga pada Lomba Kreasi 3R di Dinas Lingkungan Hidup (DLH), tahun 2017, juara tiga Lomba Kreasi Daur Ulang Sampah dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2021, juara satu di Lomba Daur Ulang Sampah dalam acara Jambore Anak Kota Madiun tahun 2019.
‘’Berkat kepiawaiannya membuat berbagai produk kerajinan, Bu Ambar kerap diundang menjadi narasumber pelatihan,’’ ujar Endro. (tr2/naz) Editor : Hengky Ristanto