‘’Jumlah RLTH yang kami bangun setiap tahun berbeda,’’ kata Kabid Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Madiun Budi Agung Wicaksono, Senin (19/12).
Menurut dia, jumlah RTLH yang dibedaj disesuaikan anggaran dan skala prioritas. Pada 2020 sebanyak 115 RTLH telah direhab. Menyusul 2021 sebanyak 132 rumah.
‘’Sedangkan 2022 hanya memprioritaskan 64 RTLH. Sebanyak 60 rumah bersumber dari APBD 2022 dan sisanya dari P-APBD,’’ ujarnya.
Skoring prioritas bedah RTLH didasarkan pada kondisi atap, lantai dan dinding bangunan yang berpenghuni. Pun, keluarga pemilik rumah wajib terdaftar dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).
‘’Sejauh ini yang kami prioritaskan adalah bangunan yang berusia di atas 10 tahun dan sudah lapuk,’’ ungkapnya.
Pada 2022 pemkot telah menggelontorkan total anggaran Rp 960 juta. Setiap rumah yang dibedah mendapat bantuan Rp 15 juta. Besaran bantuan ini sama setiap tahun. ‘’Masih ada 190 RTLH di Kota Madiun yang kami rencanakan dibedah tahun berikutnya,’’ bebernya.
Ratusan RTLH yang tersebar di tiga kecamatan tersebut akan digarap dalam dua tahun. Sebanyak 100 rumah pada 2023 dan sisanya 2024. ‘’Bedah rumah ini bersifat swakelola oleh kelompok masyarakat, kelompok pelaksana, dan pegiat di kelurahan setempat,’’ jelasnya. (mg4/sat) Editor : Hengky Ristanto