‘’Kasus penularan (PMK) berhasil kami kendalikan,’’ kata Margaretha Dian Wartiningdyah, sub koordinator peternakan dan kesehatan hewan dinas ketahanan pangan dan pertanian (DKPP) setempat, Sabtu (7/1).
Vaksinasi anti-PMK pada hewan ternak tetap dilakukan secara berkala. Selagi persediaan dosis vaksin masih tersedia. ‘’Sejauh ini proses vaksinasi sudah dosis ketiga atau booster pertama dalam empat tahap,’’ ungkapnya.
Capaian vaksinasi tahap pertama 313 dosis. Sedangkan kedua (497), ketiga (1.899) dan tahap keempat (1.055). ‘’Sebenarnya PMK di Kota Madiun sudah zero kasus. Namun, vaksinasi terus kami berikan untuk mempertahankan kondisi tersebut,’’ ujarnya.
Saat ini pihaknya masih menunggu alokasi vaksin tahap kelima dari Dinas Peternakan Jatim. Pemkot mengajukan 1.354 dosis.
Perinciannya, revaksinasi tahap keempat 903 dosis, penambahan vaksin booster pertama (251), perluasan sasaran target (200). ‘’Rencananya vaksin tahap kelima akan disalurkan serentak akhir Januari ini,’’ sebutnya.
Menurut Margaretha, hewan ternak yang divaksin bukan hanya sapi. Tetapi juga kambing dan domba. Pihaknya telah menambahkan ear tag berupa QR code pada sapi yang baru divaksin pertama. Sehingga, pemilik atau pembeli bisa mengecek identitas hewan ternak.
‘’Aplikasi itu bernama identik PMK. Pemilik atau pembeli bisa mengecek riwayat vaksin dan identitas sapi seperti tanggal lahir, pemilik ternak, dan lokasi kandang sapi,’’ jelasnya. (mg4/sat) Editor : Hengky Ristanto