‘’Kebhinekaan di Kota Madiun luar biasa. Hari ini (kemarin, Red), pelaku usaha keturunan Tionghoa kami wadahi untuk menyambut tahun baru Imlek,’’ kata Wali Kota Maidi.
Maidi menyebutkan, pihaknya berencana menambah durasi Festival Kampung Pecinan. Jika semula dijadwalkan lima hari hingga 23 Januari mendatang, bakal digenapkan menjadi sepekan. Tingginya animo masyarakat menjadi pertimbangannya. ‘’Silakan datang ke sini menikmati kuliner khas Tionghoa,’’ ajaknya.
Dia berharap, melalui festival tersebut masyarakat mengetahui sejarah seputar kampung pecinan di Kota Madiun. Terutama kawasan Jalan Barito. Di masa lampau, kata Maidi, kawasan tersebut merupakan pusat perdagangan orang-orang Tiongkok.
Sejarah itu masih meninggalkan jejak hingga kini dengan adanya sentra produksi kue di kawasan jalan tersebut. ‘’Rencananya, kami perbaiki semua. Sarana dan prasarana kami lengkapi. Ini menjadi potensi sentra wisata kuliner,’’ ujarnya.
Menurut Maidi, wajah Jalan Barito patut dikembalikan seperti di masa jayanya pada masa lalu. Apalagi, lanjut dia, sejauh ini Kota Madiun belum memiliki sentra kuliner khas Tionghoa. (ggi/isd) Editor : Hengky Ristanto