Menurut dia, sosialisasi kepada warga setempat dan ahli waris sudah dilakukan. Pemindahan makam ini untuk menyiapkan lahan jika rencana pembangunan rumah susun (rusun) tambahan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) benar-benar direalisasikan.
Lahan yang disiapkan berlokasi di sisi utara dan selatan rusun III yang kini dalam proses pembangunan. Luas total sekitar 15.000 meter persegi.
‘’Pemindahan akan kami prioritaskan lebih dulu yang di sisi utara rusun III. Kemudian, dilanjutkan di sisi selatan hingga tuntas,’’ ujarnya.
Agung menyebutkan, ada sekitar 200 lebih makam yang akan dipindahkan ke lahan yang telah disediakan pemkot. Pun, pihaknya menyiapkan anggaran Rp 350 juta untuk pemindahan tersebut. ‘’Ini hanya masuk paket jasa lainnya. Belum termasuk pengurukan yang masuk paket konstruksi,’’ ungkapnya.
Untuk pengurukan lahan, lanjut Agung, menunggu pemindahan makam tuntas. Artinya, tahun ini juga. Pun, paket jasa konstruksi tersebut dijatah anggaran sekitar Rp 450 juta. ‘’Pemindahan makam kami target sebelum Lebaran rampung. Kalau mendekati selesai, kami lelang pengurukan agar pelaksanaannya dapat paralel,’’ bebernya.
Meski prioritas pemindahan di sisi utara, namun untuk pengurukan bakal didahulukan di sisi selatan. Sebab, dalam perencanaan awal, sisi utara bakal ada pekerjaan dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) setempat. ‘’Selain itu, di sebelah utara masih ada rumah warga. Kami hanya menyesuaikan,’’ pungkasnya. (ggi/sat) Editor : Hengky Ristanto