Lomba tersebut diikuti 38 kelompok Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Madiun. ‘’Ini event kali pertama setelah tiga tahun vakum akibat pandemi korona,’’ kata Ketua DWP Kota Madiun Erna Purwitsari.
Setiap kelompok wajib membawa bunga hasil budi daya di lingkungan masing-masing. Selain itu, beberapa vas. Pun, setiap peserta tampil dengan busana kebaya yang identik dengan peringatan Hari Kartini.
Sementara, kriteria penilaian hasil meliputi kebersihan, kerapian penataan vas bunga, serta keserasian dan kombinasi antara bunga dan daun yang dirangkai. ‘’Peserta diberikan waktu 60 menit untuk menyelesaikan kreasinya,’’ sebutnya.
Erna menambahkan, peringatan Hari Kartini kali ini sengaja dimajukan. Pasalnya, tanggal 21 April sudah mendekati momen Lebaran. ‘’Antusiasme peserta sangat luar biasa. Semua kelompok DWP berpartisipasi,’’ pungkasnya. (mg4/isd) Editor : Hengky Ristanto