Menurutnya, jumlah tersebut termasuk tiga CJH tambahan. Dua di antaranya merupakan mutasi dalam provinsi, sedangkan seorang lainnya perpindahan dari luar Jatim. ‘’Kuota CJH reguler Kota Madiun semula 167 orang. Tapi, karena ada mutasi pada awal Mei lalu kemudian menjadi 170 CJH yang dijadwalkan berangkat,’’ terangnya.
Kamami menyatakan progres persiapan pemberangkatan sekarang telah mencapai 30 persen. Bahkan, seluruh CJH telah mengikuti sejumlah bimbingan teknis (bimtek) termasuk di antaranya pelaksanaan manasik haji. ‘’Jadi, para calon jemaah tinggal berangkat saja. Sementara pemenuhan 100 persennya nanti ketika berangkat ke Tanah Suci,’’ ujarnya.
Dia mengungkapkan kuota CJH tahun ini telah kembali normal seperti sebelum pandemi Covid-19. Pada 2021 lalu, kuota CJH yang didapat Kota Madiun hanya 90 orang. Pun, tahun ini jemaah lansia mendapatkan prioritas dan perhatian. ‘’Jemaah termuda berusia 21 tahun, sedangkan jemaah tertua usia 78 tahun. Mereka yang berangkat saat ini itu telah mendaftar sejak 2011 lalu,’’ ungkap Kamami. (mg4/her) Editor : Hengky Ristanto