Warga Jalan Srikaton itu menjelaskan, ide membuat kue lumpur tersebut bermula dari aktivitas Mulyono yang rutin merawat pekarangan pangan lestari (P2L) di kelurahan. Dari situ kemudian muncul inovasi untuk memanfaatkan labu madu yang ada di P2L itu untuk diolah menjadi kue lumpur.
‘’Karena labu madunya ternyata tidak laku dijual, akhirnya saya coba olah menjadi kue lumpur. Semua resepnya, saya cari sendiri,’’ katanya.
Beruntung hasil produksi kue lumpur Susilowati ternyata mendapatkan respons positif dari masyarakat. Hingga akhirnya, usaha UMKM yang dijalaninya ini diberi nama Lumpur Labu Manis. Dengan harapan, agar mudah dikenal secara luas. ‘’Untuk harganya cukup murah. Hanya terkendala susahnya mencari labu madu dalam skala besar di pasar,’’ ungkap Susilowati.
Staf Kantor Kelurahan Sukosari, Haris Kuncoro mengatakan, sejauh ini produksi kue lumpur warganya tersebut hanya menjangkau pasar lokal. ‘’Kami berharap ke depannya itu warga Sukosari punya inovasi-inovasi dalam membuat dan produk UMKM miliknya agar makin diminati masyarakat serta meningkatkan perekonomian mereka pribadi,’’ (tr2/her/prog) Editor : Hengky Ristanto