Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Getol Kembangkan Iklim Kewirausahaan di Kelurahan, Sandiaga Uno Apresiasi Maidi 

Mizan Ahsani • Senin, 17 Juli 2023 | 17:26 WIB
MANIS: Maidi meminta Sandiaga Uno untuk mencicipi madu hasil budidaya lebah klanceng. (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)
MANIS: Maidi meminta Sandiaga Uno untuk mencicipi madu hasil budidaya lebah klanceng. (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)

''Jalan-jalan ke Jawa Timur,

Kalau makan pecel harus pakai daun,

Pariwisata kita semakin makmur,

Nggak usah ke dunia, cukup berwisata ke Kota Madiun.''

Sandiaga Uno, Menparekraf 

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pengembangan UMKM yang dilakukan Pemkot Madiun membuat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno kagum. Terlebih, pengembangan dilakukan merata di seluruh kelurahan yang ada di Kota Madiun dengan konsep lapak UMKM.

Sandi menilai itu merupakan bentuk inovasi dalam membangun sektor pariwisata kreatif. Sehingga mampu menyedot kunjungan wisatawan. Bahkan, dia tak sungkan mengakui bahwa pendekatan yang dijalankan pemkot dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi itu cukup berhasil.

‘’Program pak wali (wali kota Maidi, Red) membangun kewirausahaan di kelurahan cukup tepat,’’ kata Sandi seusai mengikuti acara Beti Dewi (beli kreatif desa wisata) naik kelas di GCIO Diskominfo Kota Madiun kemarin (16/7).

Menurutnya, keberadaan UMKM tidak bisa dipandang sebelah mata. Karena UMKM dianggap mampu memberikan dampak positif dalam pembangunan ekonomi kreatif dan serapan tenaga kerja. ‘’UMKM merupakan tulang punggung ekonomi. Kondisi di Kota Madiun persis dengan apa yang saya lakukan saat di DKI Jakarta,’’ ujar mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu.

Sandi mengatakan, ada beberapa faktor yang bisa mendorong UMKM untuk terus bertahan maupun naik kelas. Selain harus adanya program yang jelas, kebijakan pemerintah daerah (pemda) juga ikut mempengaruhi eksistensi UMKM. Misalnya, pemda harus mampu menjaga stabilitas harga bahan pokok dan mendorong masyarakat untuk lebih konsumtif. ‘’Ekonomi bergerak kalau ada konsumsi. Targetnya, membuka peluang usaha serta penciptakan lapangan kerja,’’ katanya.

Selain itu, dia menilai program yang telah dijalankan oleh Pemkot Madiun selama ini tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi saja. Tapi, juga berkaitan dengan kondisi sosial dan kesehatan. Seperti menekan angka pengangguran, kemiskinan dan stunting. ‘’Ini dampak holistik program kewirausahaan di kelurahan-kelurahan,’’ terang Sandi.

Sementara itu, Wali Kota Maidi menyatakan, pemkot telah berusaha keras untuk mendongkrak UMKM. Bahkan, menurutnya, UMKM berkontribusi besar pada Produk Domestik Bruto (PDB) Kota Madiun. ‘’Sebanyak 27 kelurahan sudah dibangun lapak UMKM. Sehingga, banyak pelaku UMKM yang ikut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,’’ katanya.

Sesuai data dinas tenaga kerja, koperasi dan UKM (disnaker-KUKM) setempat, jumlah UMKM di Kota Madiun terus bertambah setiap tahun. Pada 2020 ada sebanyak 23.545 pelaku usaha. Kemudian meningkat menjadi 23.618 pelaku pada 2021. Sementara, pada 2022 lalu, tercatat ada sebanyak 23.672 pelaku UMKM.

Maidi menambahkan, dirinya juga mengeluarkan diskresi kepada para aparatur sipil negara (ASN) pemkot untuk berbelanja di lapak UMKM. Bahkan, besaran transaksi mereka tercatat dalam aplikasi pro-UMKM yang dapat dipantaunya secara langsung. ‘’Aplikasi ini mendukung perekonomian lokal terus berjalan. Membangun ekosistem pengusaha juga menjadi tujuan utama,’’ tandasnya. (ggi/her)

Editor : Mizan Ahsani
#Maidi #umkm #kota madiun #wisata #Lapak #Menparekraf #Kelurahan #sandiaga uno