Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Pemberdayaan Sosial Pemkot Madiun: Disabilitas Diberdayakan, Lansia Ngebrok Dirawat

Mizan Ahsani • Senin, 28 Agustus 2023 | 00:00 WIB
PEMBERDAYAAN: Wali Kota Madiun Maidi mengajak penyandang disabilitas keliling kawasan Sumber Wangi. (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)
PEMBERDAYAAN: Wali Kota Madiun Maidi mengajak penyandang disabilitas keliling kawasan Sumber Wangi. (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Program pemberdayaan sosial dicanangkan Pemkot Madiun. Wujudnya dengan melibatkan peran aktif para penyandang disabilitas di Kota Madiun. ‘’Insya Allah program-program dinas sosial (dinsos) yang menyangkut disabilitas akan diprioritaskan,’’ ujar Wali Kota Madiun Maidi.

Adapun implementasi program tersebut berupa pelatihan pembuatan produk makanan dan minuman bagi penyandang disabilitas. Tidak hanya itu, pemkot juga intens membantu pemasarannya. ‘’Banyak produk yang dihasilkan dari penyandang disabilitas. Untuk kualitasnya boleh diadu,’’ ucap Maidi.

Berdasarkan data dinsos setempat terdapat sekitar 220 orang disabilitas di Kota Madiun. Seluruhnya memiliki hak yang sama dengan warga lainnya. Termasuk dalam mendapatkan pemberdayaan maupun kesempatan berekspresi.

‘’Semua sama. Tidak ada yang membedakan. Apa yang mereka (penyandang disabilitas, Red) butuhkan, insya Allah kami cukupi,’’ tegasnya.

Di samping itu, kata Maidi, keberlangsungan hidup lansia ngebrok tak luput diperhatikan. Totalnya ada 211 orang. ‘’Ratusan lansia ini harus diperhatikan. Kami sambangi satu per satu untuk tahu kondisi mereka,’’ ujarnya.

Maidi menambahkan, pemkot juga merekrut ratusan pekerja sosial masyarakat (PSM) di seluruh kelurahan. Mereka ditugasi untuk mengawasi kesehatan hingga merawat lansia ngebrok yang hidup sebatang kara di lingkungannya.

‘’Kalau tidak ada PSM, pemkot kesulitan menangani. Persoalan lansia ngebrok harus dibantu diselesaikan. Sudah saya instruksikan kelurahan dan kecamatan untuk optimalisasi penanganan lansia,’’ ungkapnya.

Gongnya, Maidi membangun Pondok Lansia di Klegen. Pondok tersebut bakal menjadi pusat perawatan lansia ngebrok. ‘’Lansia harus mendapat kehidupan yang layak. Baik hunian maupun perlakuannya. Kelak, semua kami fokuskan di pondok lansia,’’ pungkasnya. (ggi/her/*)

PROGRES PONDOK LANSIA

Realisasi: 69,45 persen

Rencana: 67,17 persen

Surplus: 2,28 persen

Anggaran: Rp 9,4 miliar APBD 2023

Editor : Mizan Ahsani
#sosial #disabilitas #lansia ngebrok #pemberdayaan #Pemkot Madiun