KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Program ketahanan pangan yang dirancang Pemkot Madiun diverifikasi tim dari Pemprov Jatim.
Beberapa di antaranya mencakup program pengendalian inflasi, produksi pertanian dan penyediaan bahan pokok melalui Pekarangan Pangan Lestari (P2L).
"Seperti di Ngrowo Bening itu dulu kondisinya rawa-rawan. Kemudian, oleh pak wali (Maidi) disulap untuk mendukung ketahanan pangan. Tanaman yang ditanaman bisa dijadikan sebagai edukasi sekaligus mengatasi keterbatasan pangan daerah,’’ terang Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun Totok Sugiarto kemarin (28/10).
Selain itu, pihaknya juga berusaha memanfaatkan lahan tidur untuk ditanamani sayur-sayuran.
Program tersebut terbukti mampu mencukupi kebutuhan pangan warga sekaligus bagian dari upaya pengendalian inflasi.
Dalam implementasinya, sayuran yang ditanaman dan dipanen kemudian dijual kepada pihak ketiga.
Penadah hasil panen di lahan tidur tersebut selama ini dicarikan oleh pemkot. Sehingga, petani tidak bingung mencari pembeli pasca panen.
Fungsional Ahli Madya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim R Bagus Adirasa mengapresiasi diberlakukannya kebijakan pemanfaatan lahan gundul untuk kegiatan pertanian produktif.
Selain itu, dia menilai Pemkot Madiun termasuk berhasil dalam mengendalikan tren inflasi.
‘’Kota Madiun tercatat sebagai salah satu daerah berprestasi di tingkat nasional dalam menekan inflasi secara produktif di sisi ketersediaan pangan. Di tengah situasi El Nino saat ini, ternyata produksi padi dapat meningkat 4,12 persen dari angka BPS. Padahal, lahan pertanian di Kota Madiun terbatas,’’ terangnya. (mg1/her)
Editor : Budhi Prasetya