KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun ingin merevitalisasi Bosbow dan Rumah Tahanan Militer (RTM) menjadi lebih bagus.
Wali Kota Madiun Maidi telah berusaha mengajukan pengelolaan dua bangunan peninggalan Kolonial Belanda itu kepada Kementerian Pertahanan (Kemenhan).
Menurut Maidi, sayang jika dua bangunan bersejarah itu tidak dioptimalkan dan dimanfaatkan dengan baik.
Jika dibiarkan terbengkalai, justru akan merusak pemandangan. Apalagi, lokasinya di tengah kota yang terus bersolek.
Dia mengaku konsep desain revitalisasi Bosbow dan RTM sudah diajukan ke pusat.
Bahkan, rencana tersebut sempat disampaikannya kepada Panglima TNI Laksamana Yudo Margono saat berkunjung ke Kota Madiun beberapa hari lalu.
‘’Kalau bisa dikelola menjadi objek wisata edukasi akan lebih bagus,’’ ujarnya.
Jika dikembangkan, Maidi menyakini RTM dan Bosbow memiliki prospek yang luar biasa. Selain edukasi sejarah, juga bakal menggeliatkan roda perekonomian Kota Madiun.
Pun, konsep yang dibuat oleh badan perencanaan, penelitian dan pengembangan daerah (bappelitbangda) tidak sampai mengubah bentuk bangunan.
‘’Ya, ini masih menjadi pekerjaan rumah kita. Tapi, kami sudah ajukan (izin) ke Mabes TNI untuk direvitalisasi,’’ katanya.
Sebagaimana diketahui, rencana revitalisasi Bosbow dan RTM itu masuk dalam konsep wisata Madiun Heritage City.
Selain dua bangunan tersebut, ada gedung kantor Bakorwil I Madiun, kompleks rumah dinas PG Redjo Agung, balai kota Madiun, Gereja Katolik Santo Cornelius, SMPN 1, SMPN 3, serta Masjid Kuno Taman dan Kuncen. (ggi/her/prog)
Apa Saja Bangunan Cagar Budaya di Madiun?
- Gedung Kehutanan (Boschbow)
- Rumah Tahanan Militer (RTM)
- Kantor Bakorwil I Madiun (Residentiehuis)
- Komplek Rumah Dinas PG Redjo Agung lama
- Kantor Balai Kota Madiun
- Gereja Katolik Santo Cornelius
- Masjid Kuno Taman
- Masjid Kuno Kuncen
- SMPN 1 Madiun
- SMPN 3 Madiun