KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Revitalisasi Alun-Alun Kota Madiun hanya sebatas wacana.
Kendati konsepnya sudah ada, tapi pemkot belum menganggarkan penataan ruang terbuka hijau (RTH) yang berada di pusat kota tersebut pada tahun depan.
‘’Belum ada rencana (revitalisasi). Sementara hanya menyentuh pembangunan replika Monas,’’ ungkap Kabid Perencanaan Infrastruktur, Kewilayahan, Perekonomian dan Sumber Daya Alam Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kota Madiun Mas Kahono Pekik Hari Prasetyo kemarin (4/11).
Pekik tak menampik adanya rencana face-off alun-alun. Pun, pemkot sejatinya sudah nyicil revitalisasi tahun ini.
Di antaranya, pavingisasi tiga dimensi (3D) yang membelah alun-alun mulai dari depan Masjid Agung ke arah timur hingga Presiden Plaza dan pembangunan Monas.
Namun, untuk grand design-nya berupa pembangunan basement alias ruang bawah tanah sebagai kantong parkir belum dapat direalisasikan. Sesuai rencananya, kantong parkir itu didesain bisa menampung sekitar 2.000 sepeda motor dan 500 mobil roda empat.
‘’Kalau parkir bawah tanah belum ada produk perencanannya. Tapi, untuk konsep sebenarnya sudah ada. Termasuk revitalisasi RTM (rumah tahanan militer) dan Bosbow,’’ terang Pekik.
Ada sejumlah alasan yang membuat rencana revitalisasi alun-alun tidak masuk dalam program tahun anggaran 2024.
Di antaranya, pemkot masih berkonsentrasi pada infrastruktur fisik lainnya.
Seperti penutupan Kali Gempol dan Ring Road Timur (RRT). ‘’Untuk lainnya (infrastruktur fisik, Red) sekadar melanjutkan. Seperti pavingisasi dan lampunisasi sekitar 5.000 titik yang harus dikerjakan,’’ pungkas Pekik. (ggi/her)
Editor : Mizan Ahsani