KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Zaman semakin modern, namun tidak serta merta membuat jamu tradisional ditinggalkan. Bahkan, produk jamu buatan Sri Mariyani banyak diminati orang.
Aroma beras kencur tercium kuat dari dalam rumah Sri Mariyani di Jalan Tanjung Manis, Gang Listrik, Manisrejo, Taman, siang itu.
Perempuan 44 tahun asal Kota Madiun tersebut sibuk melayani pengunjung yang mampir. Dia mengaku sudah lima tahun lamanya menekuni usaha jamu tradisional.
Dan, termasuk sukses. Dia aktif membagikan pengalamannya membuat jamu tradisional kepada warga Kota Madiun.
‘’Di sisi lain, saya juga ingin mengampanyekan minum jamu itu tidak hanya untuk orang tua saja, tapi seluruh golongan,’’ ungkapnya.
Dalam sehari, Yani bisa meracik puluhan botol jamu dengan varian kunir asam, pahitan dan beras kencur.
Setiap botolnya berisi 350 mililiter. Setiap produksinya, Yani selalu memanfaatkan rempah-rempah sebagai bahan utama pembuatannya.
‘’Saya juga kembangkan beberapa varian jamu lain,’’ ungkapnya.
Adapun olahan jamu yang dikembangkan Yani cukup banyak. Di antaranya, lemon serai, bunga telang, asem sereh jahe (Aserehe) dan lemon jahe.
Menurutnya, varian anyar itu ternyata malah diminati kaum milenial. ‘’Alhamdulillah label jamu Jeng Suni sudah mengantongi sertifikasi BPOM,’’ ujarnya.
Hingga saat ini, produksi jamunya sudah merambah kota-kota besar di Jawa.
Seperti Surabaya, Malang, Bogor dan Bandung. ‘’Harapannya sih jamu saya bisa mendunia ya. Maksud saya bisa bersaing dengan produk-produk dari pabrik,’’ kata alumnus Unmer tersebut. (mg1/her)
Editor : Mizan Ahsani